
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menawarkan Kota Makassar menjadi Hub produk Indonesia Timur ke pasar China. Hal itu dipaparkan Munafri pada Business Connection Indonesia-China 2026 yang digelar Bank Sulselbar, Selasa, 8 September 2026.
Posisi Makassar sebagai salah satu pusat perdagangan dan aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur, menjadi salah satu keunggulan yang dapat terus dikembangkan. “Peluang pasar Tiongkok dapat dimanfaatkan untuk memperluas pasar berbagai produk yang dihasilkan pelaku usaha di Makassar dan Sulawesi Selatan,” katanya.
Makassar dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 6,61 persen berhasil menarik investasi yang meningkat setiap tahunnya. Pada 2024 tercatat Rp3,82 triliun, naik pada 2025 menjadi Rp5,29 triliun. “Ini artinya, ada kepercayaan dari investor untuk menanamkan modal di Makassar,” terangnya.
Keberadaan pelabuhan dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, menjadi modal penting membuka akses Makassar ke berbagai negara. Itu, menjadi fondasi bagi pengembangan perdagangan dan investasi sekaligus memperluas akses produk lokal menuju pasar internasional.
Makassar melakukan sejumlah langkah untuk memperkenalkan potensi daerah kepada pasar internasional. Salah satunya, Indonesia Gastrodiplomacy yang menghadirkan 41 duta besar negara sahabat.
Makassar diharapkan menjadi simpul distribusi dan perdagangan yang menghubungkan berbagai produk dari kawasan timur Indonesia dengan pasar internasional. Bali Putra









