Penerbangan Makassar – Jakarta kembali Beroperasi, Konektivitas Bandara Sultan Hasanuddin Berangsur Normal

113
BPlt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan. POTO: DOK. BISNISSULAWESI.COM

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Layanan penerbangan rute Makassar – Jakarta dan sebaliknya melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin kembali beroperasi berjalan seiring kembali beroperasinya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa, 8 September 2026 hingga Rabu, 9 September 2026.

Plt. Branch Communication & CSR Department Head Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan menyebutkan, operasional penerbangan pada rute tersebut terus dipantau dan berjalan sesuai perkembangan operasional masing-masing maskapai.

Kembali beroperasinya Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut mendukung pemulihan konektivitas penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menuju Jakarta (UPG–CGK) maupun sebaliknya (CGK–UPG). Sejumlah maskapai yang melayani rute tersebut telah kembali mengoperasikan penerbangannya.

Berdasarkan data operasional Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, pada Selasa, 8 September 2026, tercatat 34 penerbangan pada rute UPG–CGK dan CGK–UPG, yang terdiri dari 16 penerbangan kedatangan dan 18 penerbangan keberangkatan.

“Dengan kembali beroperasinya Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Sultan Hasanuddin kembali berjalan. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama maskapai serta stakeholder terkait untuk memastikan operasional penerbangan dan pelayanan kepada pengguna jasa dapat berjalan dengan baik,” ujar Fascal.

Sebelumnya, operasional penerbangan pada rute Makassar–Jakarta sempat mengalami penyesuaian atau pembatalan seiring kondisi operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dengan kembali beroperasinya bandara tersebut, layanan penerbangan pada rute Makassar–Jakarta dan sebaliknya kembali berjalan.

Bandara Internasional Sultan Hasanuddin memiliki peran penting dalam menghubungkan mobilitas masyarakat dari kawasan Indonesia Timur menuju berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta.

Konektivitas tersebut juga mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi antara Makassar dan berbagai wilayah di Indonesia.

Editor: Bali Putra