
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Balai Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka menerima bantuan alat vokasional pembuatan saraba dari AirNav Indonesia. Alat tersebut dimanfaatkan untuk membuka “Kedai Rekreasi” atau Rehabilitasi, Edukasi, Kreasi, dan Inspirasi di dalam balai, yang nantinya terbuka untuk umum.
Bantuan yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) AirNav Indonesia, diserahkan General Manager AirNav Indonesia Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Kristanto kepada Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddok, dr. Iman Firmansyah, disaksikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Abdul Malik Faisal, Rabu, 9 September 2026.
“Kami membuka kedai yang didalamnya melibatkan klien (peserta) rehabilitasi. Walaupun berlokasi dalam kawasan Balai Rehab BNN Baddoka, kedai ini akan kami buka untuk umum,” ujar dr. Iman Firmansyah.
Dikatakan, batuan alat vokasional pembuatan saraba dari AirNav tentu sangat bermanfaat bagi operasional kedai.
Keterlibatan klien rehabilitasi dalam aktifitas usaha ini kata Iman, karna Balai Rehabilitasi BNN Baddoka bukan hanya bertujuan memulihkan klien, juga menyiapkan klien dengan keterampilan.

“Sehingga ketika keluar dari rehab, mereka memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk hidupnya secara mandiri,” ujar Iman seraya mengapresiasi dukungan AirNav Indonesia kepada Balai Rehabilitasi BNN Baddoka. “Semoga kerja seperti ini terus berlanjut,” harapnya.
General Manager AirNav Indonesia Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Kristanto mengatakan, AirNav bukan hanya menjamin keselamatan penerbangan di Indonesia, juga wajib peduli dengan lingkungan sosial.
“Bantuan alat vokasional pembuatan saraba ini juga menjadi bagian TJSL dan wujud komitmen AirNav membantu lingkungan sekitar. Selaian di Makassar, TJSL juga kami lakukan di kota-kota lain yang ada di lingkungan AirNav Indonesia,” katanya.
Kristanto berharap bantuan tersebut bermanfaat untuk panjang, untuk membangun semangat klien Balai Rehabiltasi BNN Baddoka. Ia percaya, Balai Rehabilitasi BNN Baddoka punya niat tulus untuk memberi kehidupan lebih baik bagi masyarakat, khususnya klien agar bisa bangkit kembali dan bermanfaat minimal bagi diri dan keluarganya.

“Semoga kami terus bisa berkesempatan memberi bantuan-bantuan yang bermanfaat bagi lingkungan, utamanya lingkungan sekitar AirNav,” tambahnya.
Hal sama dikatakan Kepala Dinas Sosial, Abdul Malik Faisal. Ia mengapresiasi langkah AirNav Indonesia yang terus menjalin kerjasama dengan Balai Rehabilitasi BNN Baddoka. Pasalnya, banyak kegiatan yang dilakukan BNN Baddoka untuk memperbaiki kualitas hidup klien.
Apalagi, belakangan semakin banyak masyarakat yang sudah terpapar narkoba, mulai sadar akan pentingnya rehabilitasi agar sembuh dari kecanduan narkoba.
“Antrean untuk bisa menjadi klien rehabilitasi cukup Panjang. Karena semakin banyak yang mulai sadar akan pentingnya rehabilitasi. Nah, sudah menjadi kewajiban berbagai pihak untuk bersama-sama Balai Rehabilitasi dalam memulihkan kembali semangat klien untuk hidup lebih baik nantinya,” kata Abdul Malik.
Menurutnya, paparan narkoba belakangan ini semakin membahayakan. Menyasar dari anak-anak hingga dewasa, dari tingkatan ekonomi rendah sampai yang berada. “Karena terbukti, banyak pejabat, pengusaha yang juga terjerat narkoba,” katanya.
Bali Putra









