Srikandi PLN UID Sulselrabar Cetak 100 Perempuan Tangguh dan Siaga Bencana

115
Melalui materi Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC), peserta dibekali kemampuan mengidentifikasi potensi bahaya, menilai risiko, dan menentukan langkah pengendalian sebagai bekal membangun keluarga dan komunitas yang lebih tangguh menghadapi bencana. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui Srikandi PLN UID Sulselrabar mencetak 100 perempuan Tangguh dan siaga bencana melalui kegiatan bertajuk “Perempuan Tangguh Bencana” di Kantor PLN UID Sulselrabar, Jumat (31/07/2026).

Kegiatan ini menjadi rangkaian “Srikandi Movement 2026” dengan mengusung tema “Empowering Women, Strengthening Community Resilience”.

Diikuti 100 peserta yang berasal dari Srikandi di unit wilayah kerja PLN UID Sulselrabar, perwakilan PLN UIP Sulawesi, PLN UIP3B Sulawesi, PLN ICON+, Divisi Hukum, Divisi Sistem Teknologi Informasi (STI), serta Divisi Human Capital Business Partner (HCBP). Juga diikuti perwakilan pengurus Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati serta tenaga alih daya perempuan di lingkungan PLN UID Sulselrabar.

Srikandi PLN salah satu peserta “Perempuan Tangguh Bencana” mempraktikkan keterampilan dasar Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) bersama PMI Kota Makassar sebagai bekal memberikan respons cepat dan tepat saat keadaan darurat. POTO: ISTIMEWA

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Srikandi PLN dalam mendukung pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memperkuat peran perempuan dalam kesiapsiagaan bencana di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, para peserta memperoleh pembekalan dan praktik langsung mengenai Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar serta Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar. Peserta juga mendapatkan edukasi mengenai kesehatan kulit pascabencana bersama dr. Ghea Anisah, Sp.D.E.V.

Kegiatan Perempuan Tangguh Bencana menjadi wujud komitmen Srikandi PLN UID Sulselrabar dalam meningkatkan kapasitas perempuan melalui pembekalan kesiapsiagaan bencana. POTO: ISTIMEWA

Selain meningkatkan kapasitas perempuan dalam menghadapi kondisi darurat, program ini menjadi wujud dukungan PLN terhadap pencapaian Sustainable Development Goals sekaligus memperkuat penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance dalam berbagai aktivitas sosial perusahaan.

Ketua Srikandi PLN UID Sulselrabar, Yuli Ashaniais Ramadani, yang juga menjabat sebagai Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, mengatakan kegiatan ini digagas karena perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus posisi strategis sebagai penggerak kesiapsiagaan di lingkungan masyarakat.

“Dalam setiap situasi bencana, perempuan memiliki peran yang sangat penting, baik sebagai ibu, pendidik pertama dalam keluarga, penggerak komunitas, maupun agen perubahan di tengah masyarakat. Ketika perempuan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam kesiapsiagaan bencana, ketahanan keluarga dan lingkungan juga akan semakin kuat,” ujar Yuli.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya membekali peserta dengan materi pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat langsung diterapkan saat situasi darurat terjadi, sehingga peserta bisa mengambil tindakan yang tepat sekaligus melindungi keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

“Mari bersama-sama mewujudkan perempuan yang tidak hanya berdaya, tetapi juga tangguh, peduli, dan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun komunitas yang lebih siap menghadapi bencana,” tambah Yuli.

Pada kesempatan yang sama General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa Srikandi PLN merupakan bagian dari kekuatan utama perusahaan yang berkontribusi dalam pelayanan pelanggan, operasional teknik, hingga pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.

“Srikandi PLN telah membuktikan bahwa ketangguhan dan empati perempuan menjadi nilai tambah bagi perusahaan, termasuk dalam menghadapi situasi kebencanaan. Kami meyakini bahwa kesetaraan gender bukan sekadar wacana karena perempuan memiliki hak dan kesempatan yang sama,” kata Edyansyah.

Edyansyah berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh para peserta tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Seluruh peserta diharapkan dapat meneruskan pemahaman tersebut kepada keluarga, rekan kerja, dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

“Perempuan tangguh adalah perempuan yang diberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan yang setara untuk berkarya. Kami berharap seluruh peserta dapat menjadi agen siaga bencana yang menyebarkan pengetahuan dan membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekitarnya,” tambah Edyansyah.

Sementara itu, Sekretaris BPBD Kota Makassar, Dr. Baharuddin Mustamin, S.STP., M.Si., yang membuka kegiatan mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, menjelaskan bahwa Makassar merupakan kota pesisir dengan risiko kebencanaan yang cukup dinamis, mulai dari banjir, cuaca ekstrem, angin kencang, hingga kebakaran.

Menurut Baharuddin, perempuan tidak seharusnya hanya dipandang sebagai kelompok rentan atau korban dalam situasi bencana, sebab mereka juga memiliki kapasitas besar untuk menjadi penggerak dalam mitigasi dan pengurangan risiko bencana.

“Perempuan merupakan aset penting dan agen perubahan dalam upaya mitigasi serta pengurangan risiko bencana. Mereka memiliki peran strategis dalam keluarga karena paling memahami kondisi rumah tangga, mempersiapkan kebutuhan keluarga, melindungi anak-anak, hingga menjadi pihak pertama yang memberikan respons ketika terjadi keadaan darurat,” ungkap Baharuddin.

Ia berharap seluruh materi yang diperoleh peserta dapat disebarluaskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pengetahuan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

“Kami berharap seluruh pengetahuan mengenai mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang diperoleh dalam kegiatan ini tidak berhenti di ruangan ini. Mari menyebarkannya kepada keluarga, tetangga, serta komunitas di sekitar kita,” pungkas Baharuddin.

*/Editor: Bali Putra