BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Bosowa Peduli resmi meluncurkan Bosowa Talent Scholarship (BTS) 2026, program beasiswa penuh bagi lulusan SMA/sederajat berprestasi dari keluarga kurang mampu di Makassar.
Program yang menyediakan kuota bagi 40 penerima diluncurkan di Lounge Universitas Bosowa (Unibos), Gedung I, Rabu (29/07/2026).
Direktur Bosowa Peduli, Hafid Timor Mas’ud, mengatakan, BTS lahir dari keprihatinan terhadap masih banyaknya pelajar berprestasi yang terhambat melanjutkan pendidikan akibat keterbatasan ekonomi. Menurutnya, pendidikan harus menjadi jalan keluar untuk memutus rantai kemiskinan.
“Banyak anak hebat di Makassar yang memiliki mimpi besar, namun tidak semua memiliki kesempatan yang sama untuk mewujudkannya. Karena itulah Bosowa Talent Scholarship hadir,” ujarnya.
Hafid menjelaskan, program tersebut awalnya dirancang dengan nama Bosowa Leadership Scholarship. Namun, diubah menjadi Bosowa Talent Scholarship agar cakupannya lebih luas dalam menjaring talenta terbaik dari berbagai bidang.
Ia menegaskan, di balik nama tersebut terdapat misi besar membangun sumber daya manusia unggul melalui pengelolaan dana zakat sebagai investasi sosial jangka panjang.
Penerima BTS tidak hanya mendapatkan pembebasan biaya pendidikan di Universitas Bosowa (Unibos) maupun Politeknik Bosowa (Poltekbos), tetapi juga uang saku, pembinaan karakter, pelatihan kepemimpinan, dan pendampingan selama masa pendidikan.
Rektor Unibos, Prof Batara Surya, menyambut baik peluncuran BTS. Ia menilai program tersebut memperkuat komitmen Unibos dalam membuka akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas lulusan.
“Kehadiran BTS menjadi warna baru yang diharapkan dapat terus dikembangkan dengan cakupan penerima yang semakin luas pada masa mendatang,” ungkapnya.
Ketua Yayasan Aksa Mahmud, Melinda Aksa, menegaskan program ini menyasar pelajar dari keluarga fakir dan miskin yang benar benar membutuhkan bantuan pendidikan. Karena bersumber dari dana zakat, proses seleksi akan mengacu pada data pemerintah mengenai tingkat kesejahteraan masyarakat.
“Kami meminta agar seleksinya dilakukan dengan baik. Kalau bisa penerimanya berasal dari desil 1 sampai 3, yaitu masyarakat yang benar benar miskin ekstrem sesuai data pemerintah,” ujar Melinda.
Pada pelaksanaan perdana 2026, BTS menargetkan 40 mahasiswa untuk menempuh pendidikan di Unibos dan Poltekbos. Melinda berharap program tersebut terus berkembang seiring meningkatnya dukungan dan penghimpunan dana zakat.
“Sekarang mungkin masih menjangkau Makassar saja. Ke depan diharapkan BTS ini tidak hanya menjangkau pelajar di Kota Makassar, tetapi juga meluas ke seluruh Sulawesi Selatan, kawasan Indonesia Timur, hingga menjadi program beasiswa berskala nasional,” tuturnya. Editor: Bali Putra










