OSP Farm, UMKM Binaan BI Sulsel Kembali Ekspor 10,2 Ton Kemiri ke Arab Saudi

88
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda bersama Wagub Sulsel, Fatmawati Rusdi saat pelepasan ekspor kemiri OSP Farm ke Jeddah, Arab Saudi, Kamis (23/07/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT Onstar Pop Farm (OSP Farm), salah satu binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Selatan (BI Sulsel) dengan pendampingan intensif melalui program UMKM REWAKO Ekspor, kembali melakukan ekspor 10,2 ton kemiri ke Jeddah, Arab Saudi, Kamis (23/07/2026). Ekspor kali ini, melanjutkan ekspor perdana sebanyak 10 ton pada awal 2026.

Pelaksanakan ekspor dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan,  Fatmawati Rusdi, Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, beserta stakeholder terkait.

Rizki Ernadi Wimanda menyebutkan, Kantor Perwakilan BI Sulsel terus mendorong UMKM naik kelas hingga mampu menembus pasar ekspor. Terkait OSP Farm, dengan realisasi ekspor kali ini, total ekspor OSP Farm telah mencapai 20,2 ton atau seperempat dari komitmen ekspor 80 ton dalam kurun waktu dua tahun.

Hal ini tidak hanya memperluas akses pasar internasional bagi UMKM, juga berdampak positif bagi petani lokal melalui meningkatnya permintaan terhadap bahan baku kemiri.

“Melalui program UMKM REWAKO Ekspor, OSP Farm memperoleh penguatan kapasitas usaha, pendampingan business matching, serta fasilitasi keikutsertaan dalam ajang pameran internasional Trade Expo Indonesia (TEI) dan kegiatan Anging Mamiri Business Fair (AMBF) yang diselenggarakan Kantor Perwakilan BI Sulsel. Rangkaian pembinaan tersebut berhasil mempertemukan OSP Farm dengan buyer internasional hingga menghasilkan kontrak ekspor yang saat ini mulai direalisasikan secara bertahap,” ujar Rizki.

Capaian ini menunjukkan, pendampingan yang berkelanjutan mampu menghubungkan UMKM dengan pasar global, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, membuka lapangan kerja, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Ke depan, kata Rizki, Kantor Perwakilan BI Sulsel akan terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta stakeholder terkait dalam mendorong pengembangan UMKM di Sulsel, baik melalui program UMKM REWAKO (Resilient, World Class, Agile, and Knowledgeable) maupun program pengembangan UMKM lain yang mencakup peningkatan kapasitas usaha dan perluasan akses pasar, sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Editor: Bali Putra