Edukasi Keselamatan Berkendara Sejak Usia Dini, Asmo Sulsel Sasar Siswa TK di HAN 2026

61
Edukasi "safety riding" sejak usia dini dilakukan Asmo Sulsel di TK Kemala Bhayangkari 07 Gowa pada peringatan HAN 2026, Kamis (23/07/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, GOWA – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) tidak pernah berhenti membangun kesadaran dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berkendara. Tak hanya masyarakat yang sudah berusia cukup untuk berkendara, edukasi yang dilakukan Asmo Sulsel juga menyasar usia dini.

Salah satunya TK Kemala Bhayangkari 07 Gowa menjadi Lokasi edukasi “safety riding” bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Kamis (23/07/2026).

Main dealer sepeda motor Honda dan bagian dari PT Astra International Tbk, mengedukasi 40 siswa TK Kemala Bhayangkari 07 Gowa yang didampingi langsung orang tua, dengan harapan edukasi dapat dipahami dan diterapkan bersama saat berkendara.

Materi edukasi safety riding juga berbeda dibanding edukasi bagi pengendara lain pada umumnya. Dihadapan para siswa TK tersebut, materi yang disampaikan fokus pada keselamatan anak sebagai penumpang sepeda motor.

Edukasi dipandu dua instruktur safety riding Asmo Sulsel, Wanny dan Restu Wahdini atau yang akrab disapa Dini. Keduanya mengajak anak-anak mengenal perlengkapan berkendara yang wajib digunakan ketika dibonceng orang tua, seperti helm yang sesuai ukuran, sepatu, serta celana panjang sebagai perlindungan saat berada di jalan.

Melalui penyampaian materi yang ringan dan interaktif, para siswa TK diajak memahami bahwa perlengkapan berkendara bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting untuk mengurangi risiko cedera apabila terjadi kecelakaan. Orang tua yang hadir juga diingatkan agar selalu memastikan anak menggunakan perlengkapan keselamatan sebelum memulai perjalanan, meskipun jarak yang ditempuh relatif dekat.

Suasana edukasi semakin menyenangkan karena dikemas dalam bentuk permainan dan kuis seputar keselamatan berkendara. Anak-anak tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan mengenai perlengkapan berkendara yang benar.

Peserta yang berhasil menjawab dengan tepat mendapatkan hadiah eksklusif dari Honda, sehingga proses belajar berlangsung lebih interaktif dan mudah dipahami anak-anak.

Instruktur Safety Riding Asmo Sulsel, Wanny, mengatakan, membangun budaya keselamatan berkendara sebaiknya dimulai sejak usia dini. Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan dengan pentingnya perlengkapan berkendara agar tumbuh dengan kebiasaan mengutamakan keselamatan setiap kali bepergian menggunakan sepeda motor.

“Anak-anak memang belum menjadi pengendara, tetapi mereka sering menjadi penumpang sepeda motor bersama orang tua. Karena itu, mereka perlu mengetahui bahwa setiap perjalanan harus diawali dengan menggunakan helm, sepatu, dan pakaian yang dapat melindungi tubuh,” ujar Wanny.

Ia juga mengajak para orang tua untuk menjadi teladan, karena kebiasaan anak dalam berkendara nantinya akan terbentuk dari apa yang mereka lihat dan lakukan oleh orang tua.

Sementara itu, Safety Riding & Community Supervisor Asmo Sulsel, Habib Permadi, menyebutkan, momentum HAN menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk memberikan perlindungan terbaik kepada anak, termasuk ketika berada di jalan raya. Menurutnya, kampanye #Cari_Aman tidak hanya ditujukan kepada pengendara, juga kepada anak-anak sebagai penumpang sepeda motor.

“Melalui peringatan HAN, kami ingin mengajak seluruh orang tua lebih peduli terhadap keselamatan anak saat berkendara. Memastikan anak menggunakan helm yang sesuai, berpakaian dengan aman, dan membonceng dengan posisi yang benar merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perlindungan lebih baik,” sebutnya.

Ia berharap budaya #Cari_Aman dapat tumbuh sejak dini sehingga menjadi kebiasaan yang terus diterapkan hingga mereka dewasa.

Editor: Bali Putra