BISNISSULAWESI.COM, BULUKUMBA – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) melalui program Tanggung Jawab Sosial (TJSL) Workshop UMKM Naik Kelas kembali menunjukkan komitmen dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bulukumba, PLN menghadirkan pelatihan mengenai digitalisasi usaha, pemasaran, branding, pengemasan produk, hingga penguatan peran pemerintah dalam pengembangan UMKM, 10 – 11 Juli lalu.
Workshop diikuti 295 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha. Program ini menjadi bagian dari upaya PLN dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Muhammad Daud Kahal mewakili Bupati Bulukuma mengapresiasi PLN atas komitmen mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Bulukumba.
“Kami menyampaikan penghargaan tinggi kepada PLN yang telah menunjukkan kepedulian nyata melalui program TJSL dalam mendukung pemberdayaan UMKM di Kabupaten Bulukumba. Kolaborasi seperti ini menjadi bukti, pembangunan ekonomi daerah memerlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas. Kami berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh, berkembang, dan benar-benar naik kelas sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Muhammad Daud Kahal.
Pada kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan, PLN tidak hanya berfokus pada penyediaan energi listrik, juga berkomitmen menghadirkan program yang memberikan dampak sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Melalui Program Tanggung Jawab Sosial, kami ingin menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pemberdayaan UMKM merupakan salah satu bentuk investasi sosial yang kami yakini mampu menciptakan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM. Kami berharap ilmu dan jejaring yang diperoleh melalui workshop ini dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk terus mengembangkan usahanya,” kata Edyansyah.
Salah seorang peserta, Erna mengaku sangat antusias mengikuti Workshop UMKM Naik Kelas 2026. Menurut pemilik UMKM Sabuk Batik Bulukumba berusia 25 tahun, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang pengembangan usaha, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperluas jejaring dengan sesama pelaku UMKM.
“Excited dan bersyukur bisa menjadi peserta workshop ini. Materi yang diberikan bukan hanya mengajarkan bagaimana mengembangkan usaha, juga memberikan kesempatan untuk bertemu dengan banyak relasi dan menambah wawasan mengenai strategi pengembangan usaha ke depannya. Harapan saya, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan daya saing UMKM Bulukumba, baik di tingkat lokal maupun nasional,” ujar Erna.
Melalui kolaborasi antara PLN, Pemerintah Kabupaten Bulukumba, dan TDA Bulukumba, diharapkan ekosistem UMKM di Kabupaten Bulukumba semakin kuat, mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
*/Editor: Bali Putra









