OJK Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Nelayan Desa Tongke-Tongke

81
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin saat memperkuat literasi dan inklusi keuangan nelayan di Desa Tongke-Tongke, Sinjai, Kamis (09/07/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan bagi keluarga nelayan di Desa Tongke-Tongke, Sinjai, Sulawesi Selatan, Kamis (09/07/2026).

Ini komitmen OJK meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya pada wilayah pesisir sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Edukasi keuangan diikuti puluhan ibu rumah tangga keluarga nelayan dengan materi yang difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola keuangan keluarga secara sehat dan berkelanjutan. Materi yang disampaikan meliputi penyusunan perencanaan keuangan, pengelolaan pendapatan dan pengeluaran rumah tangga, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menggunakan produk dan layanan jasa keuangan legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

“OJK memberikan pemahaman mengenai karakteristik investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta berbagai modus penipuan digital yang semakin berkembang agar masyarakat mampu mengenali risiko dan terhindar dari potensi kerugian finansial,” ungkap Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin.

Menurutnya, peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang semakin cakap finansial dan mampu mengelola keuangan secara bijak.

Literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk dan layanan jasa keuangan, juga kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan keuangan yang tepat sesuai kebutuhan dan kemampuan.

“Dengan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keuangan keluarga secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, OJK juga memperkenalkan berbagai layanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui Lembaga Jasa Keuangan (LJK), termasuk pemanfaatan Agen Laku Pandai sebagai perpanjangan layanan perbankan hingga ke wilayah pedesaan.

Melalui Agen Laku Pandai, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan keuangan, seperti pembukaan rekening, transaksi perbankan, pembayaran, maupun layanan keuangan lainnya secara lebih mudah, aman, dan terjangkau.

Layanan Agen Laku Pandai di Kabupaten Sinjai terus berkembang dengan jumlah 1.403 agen, yang terdiri atas 1.169 Agen BRILink (BRI), 91 Mandiri Agen (Mandiri), 93 BSI Smart (BSI), dan 50 Agen46 (BNI).

Keberadaan jaringan layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus mendukung peningkatan inklusi keuangan hingga ke wilayah pesisir dan desa.

Pelaksanaan kegiatan memperoleh apresiasi dari masyarakat Desa Tongke-Tongke yang menilai materi edukasi sangat relevan dengan kebutuhan keluarga nelayan dalam mengelola keuangan sehari-hari.

Selain memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan keluarga, kegiatan tersebut juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilih produk dan layanan jasa keuangan yang legal serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan aktivitas keuangan ilegal.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap masyarakat, khususnya keluarga nelayan, semakin mampu mengelola keuangan secara bijak, memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan formal sesuai kebutuhan, serta memiliki ketahanan finansial yang lebih baik.

Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diharapkan menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Ke depan, OJK Sulsel Sulbar akan terus memperkuat sinergi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, Pelaku Usaha Jasa Keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas jangkauan program literasi dan inklusi keuangan hingga menjangkau masyarakat di wilayah pesisir, pedesaan, dan kelompok rentan.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, OJK berkomitmen mewujudkan masyarakat yang semakin cakap finansial, terlindungi sebagai konsumen, serta mampu memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara aman, bijak, dan bertanggung jawab guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Bali Putra