BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (Unhas), Muhammad Ruslin, melepas 113 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional yang akan menjalankan program pengabdian dan pembelajaran di enam negara Asia, Rabu (10/06/2026).
Selama kurang lebih 28 hari, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas berbasis pengabdian, kolaborasi, dan pertukaran pengetahuan di Jepang, China, Taiwan, Thailand, Malaysia, dan Timor-Leste.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai lulusan yang adaptif, berdaya saing, serta memiliki perspektif global dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat.
Prof Ruslin menegaskan, pengalaman belajar di tingkat internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam membentuk karakter dan kompetensi mahasiswa di era globalisasi yang semakin dinamis.
“Mahasiswa Unhas harus mampu menjadi pembelajar yang adaptif sekaligus agen perubahan. KKN Internasional memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas, memahami keberagaman, serta mengimplementasikan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Mahasiswa ini diharapkan dapat menjadi representasi terbaik Unhas selama menjalankan program. Kehadiran mereka di negara tujuan diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat, tetapi memperkuat jejaring dan hubungan kerja sama yang telah dibangun Unhas dengan berbagai mitra internasional.
Kepala Subdirektorat KKN pada Direktorat Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (Transdiva) Unhas, Syarifuddin Mabe Parenreng, menjelaskan, dari 113 mahasiswa yang terlibat, 60 diantaranya mengikuti Program KKN Internasional–Enrichment Program Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang dilaksanakan di Jepang, China, Taiwan, dan Thailand. Sementara itu, 53 mahasiswa lainnya menjalankan KKN Internasional di Malaysia dan Timor-Leste
Menurut Syarifuddin, KKN Internasional merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang memungkinkan mahasiswa mengimplementasikan keilmuan secara langsung di masyarakat.
Program ini sekaligus mencerminkan komitmen Unhas dalam menghadirkan pengalaman belajar yang melampaui batas ruang kelas serta menyiapkan lulusan yang mampu berkontribusi dan berkolaborasi dalam komunitas global.
Editor: Bali Putra









