Sepekan, Pengunjung Museum Kota Makassar Capai 1.349 Orang

84
Museum Kota Makassar menjadi salah satu objek di Kota Makassar yang ramai dikunjungi masyarakat. Utamanya kalangan pelajar dan mahasiswa. Salah satunya dari Fakuktas Ilmu Searah Unhas. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Museum Kota Makassar menjadi salah satu objek di Kota Makassar yang ramai dikunjungi masyarakat. Utamanya kalangan pelajar dan mahasiswa.

Rekapan Dinas Kebudayaan Kota Makassar mencatat, dalam sepekan, Senin – Minggu, 04 – 10 Mei 2026, kunjungan ke Museum Kota Makassar mencapai 1.340 orang. Bukan hanya melihat warisan budaya yang dipajang, kunjungan juga menjadi ruang belajar bersama.

Diantaranya dari SMPN 39 satu atap Leang Leang, Fakultas Ilmu Sejarah Universitas Hasanuddin, TK Aisyiyah Sungguminasa, SMK Negeri 10 Makassar, TK Aliyyah 8 Baglur Khair, dan lainnya.

Kunjungan TK Aisyiyah Sungguminasa ke Museum Kota Makassar. POTO: ISTIMEWA

“Kami tentu mengapresiasi pihak sekolah utamannya kepala sekolah dan guru, komunitas, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum yang telah menjadikan Museum Kota Makassar menjadi salah satu objek yang menarik untuk dikunjungi,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Makassar, Andi Pattiware.

Dikatakan, setiap langkah di lorong museum, setiap cerita yang didengar, dan setiap tawa yang tercipta, menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah dan budaya tetap hidup.

“Karena dengan datang ke Museum Kota Makassar, belajar sejarah bisa seru bersamateman, keluarga, ataupun sekolah,” sebutnya.

Museum Kota Makassar menjadi salah satu objek di Kota Makassar yang ramai dikunjungi masyarakat. Utamanya kalangan pelajar dan mahasiswa. POTO: ISTIMEWA

Andi Patiware mengatakan, kunjungan ke Museum Kota Makassar memang terus mengalami peningkatan. Bukan sekadar ruang koleksi sejarah, Museum Kota Makassar kini berkembang menjadi pusat kreativitas dan inklusivitas, tempat pameran seni dan budaya, pemotretan, talkshow, workshop, hingga ruang berkumpul komunitas.

Semua itu, selaras dengan pilar inklusivitas dalam visi dan misi, menjadikan museum sebagai ruang edukasi inklusif, dan juga destinasi wisata.

Andi patiware mengajak masyarakat menyempatkan diri untuk mengunjungi Museum Kota Makassar. Di mana, masyarakat dapat menikmati sejarah, mengeksplorasi kreativitas, dan menjadikan budaya bagian dari hidup.

“Museum Kota Makassar kini tampil dengan wajah baru. Bukan sekadar menyimpan artefak, namun menjadi ruang budaya yang hidup, pusat kreativitas, dan inklusif,” tambahnya.

Sejak dibuka kembali Mei 2024 (pasca revitalisasi), Museum Kota Makassar terus menarik perhatian masyarakat. Capaian pengunjung di 2024, sebanyak 59.303 orang.

Kemudian di 2025 (hingga 1 September, red), pengunjung sudah mencapai 32.578 orang. Angka yang membuktikan bahwa Museum Kota Makassar semakin diminati.

“Kunjungan meningkat setiap triwulan didominasi pelajar dan mahasiswa, masyarakat umum, peneliti, juga wisatawan asing,” pungkasnya.

*/Bali Putra