Asmo Sulsel Ingatkan Pelajar Fokus saat Berkendara, Banyak Kecalakaan Akibat Main HP

163
Pelajar di Gowa, Sulsel mendapat edukasi tentang pentingnya konsentrasi atau fokus saat berkendara. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, GOWA – Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) mengingatkan pelajar tentang pentingnya konsentrasi atau fokus saat berkendara. Karena banyak kecelakaan di jalan raya, terjadi akibat pengendara bermain handphone (HP). Di samping, pentingnya penggunaan kelengkapan seperti helm, jaket, celana panjang dan sepatu serta perlengkapan lain sebagai perlindungan dasar saat berkendara di jalan raya.

Instruktur safety riding atau keselamatan berkendara Asmo Sulsel, Wanny mengingatkan hal tersebut saat memberi edukasi safety riding di Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat (08/05/2026).

Edukasi yang digelar bekerja sama Polres Gowa melalui Unit Kamsel, menyasar pelajar SMKN 1 Gowa. Sedikitnya 40 pelajar berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Setelah sebelumnya, edukasi juga dilakukan menyasar pelajar SMAN 19 Gowa

‘Kami berkolabrasi dengan Polres Gowa melalui Unit Kamsel, terus mengedukasi masyarakat, termasuk pelajar terkait keselamatan berkendara. Tujuannya, menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya pada usia pelajar,” ujar Wanny.

Dikatakan, edukasi keselamatan berkendara penting ditanamkan sejak dini agar para pelajar memiliki pemahaman yang baik sebelum aktif berkendara di jalan raya.

“Intinya, edukasi yang kami berikan, seputar kebiasaan berkendara yang aman dan benar, serta berbagai faktor yang sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di jalan,” tambah Wanny.

Ia menjelaskan, penggunaan perlengkapan berkendara merupakan hal mendasar yang wajib diperhatikan setiap pengendara sepeda motor. Penggunaan kelengkapan seperti helm, jaket, sepatu, serta perlengkapan lain, sangat penting sebagai bentuk perlindungan diri ketika berkendara.

Selain itu, para pelajar juga diberikan edukasi terkait pentingnya menjaga fokus saat berkendara. Menurut Wanny, banyak kecelakaan terjadi akibat kurangnya konsentrasi pengendara, seperti bermain HP saat berkendara, tidak memperhatikan kondisi sekitar, hingga berkendara dalam kondisi tubuh yang tidak prima.

“Keselamatan di jalan raya, dimulai dari diri sendiri. Ketika berkendara, kita harus benar-benar fokus dan aware terhadap kondisi sekitar. Jangan sampai karena lengah beberapa detik, justru membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya.

Budaya berkendara aman, kata Wanny, perlu dibangun sejak usia muda. Dengan pemahaman yang baik terkait keselamatan berkendara, para pelajar diharapkan dapat menjadi generasi pengendara yang lebih disiplin dan bertanggung jawab di masa depan.

“Khusus pelajar SMKN 1 Gowa yang ikut kegiatan ini, harapannya tidak hanya memahami teori keselamatan berkendara, juga mampu menerapkan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus ikut menyebarkan semangat aman berkendara atau #Cari_Aman kepada lingkungan sekitar,” pungkas Wanny.

Editor: Bali Putra