Bea Cukai Sulbagtara Bukukan Penerimaan Rp555,13 Miliar, Dorong “Direct Call” Bitung–Tiongkok

103
Kepala Kanwil DJBC Sulbagtara, Zaky Firmansyah (tengah) bersama jajaran saat memaparkan kinerja DJBC Sulbagtara Triwulan I-2026 di Gedung Keuangan Negara Manado, Kamis (16/04/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MANADO – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) mencatat kinerja positif pada triwulan I-2026 dengan realisasi penerimaan negara mencapai Rp555,13 miliar atau 21,76 persen dari total target 2026.

Kepala Kanwil DJBC Sulbagtara, Zaky Firmansyah menyebutkan, capaian Triwulan I-2026 melampaui target trajectory sebesar 18,30 persen atau Rp466,73 miliar.

“Target penerimaan 2026 ditetapkan Rp2,55 triliun, meningkat 26 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Zaky di Gedung Keuangan Negara Manado, Sario, Kamis (16/04/2026).

Dikatakan, kontribusi penerimaan berasal dari bea masuk Rp451,79 miliar, bea keluar Rp97,01 miliar, dan cukai Rp6,31 miliar. Secara wilayah, Bea Cukai Morowali menjadi penyumbang terbesar penerimaan, disusul Pantoloan dan Bitung.

Dari sisi perdagangan internasional, aktivitas impor didominasi Morowali dengan nilai mencapai 298 juta dolar AS, terutama untuk komoditas batu bara dan logam dasar. Sementara itu, total ekspor tercatat melalui 3.620 dokumen dengan nilai devisa terbesar juga berasal dari Morowali 5,67 miliar dolar AS.

Negara tujuan ekspor utama meliputi Tiongkok, Vietnam, India, hingga Jepang, dengan komoditas unggulan berupa logam dasar, baja, batu bara, gas alam, dan produk kimia.

Kunci Lompatan Ekonomi

Di sisi lain, Bea Cukai Sulbagtara terus mendorong efisiensi logistik melalui implementasi direct call dari Pelabuhan Bitung ke Tiongkok. Program ini dinilai mampu memangkas waktu pengiriman secara signifikan sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia Timur.

Sepanjang 2026, telah dilakukan dua kali uji direct call ke Cina, 9 Maret dan 8 April 2026 dengan berisi komoditas lokal seperti produk perikanan, pala, olahan kelapa dan kertas bobin. Pengiriman berikutnya direncanakan berlangsung, April atau awal Mei 2026.

Selain jalur laut, peluang ekspor dapat dimanfaatkan pelaku usaha melalui Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan rute ke Singapura, Hong Kong, dan Guangzhou yang menyediakan cargo untuk ekspor.

“Kami berkomitmen terus menjalankan fungsi fasilitasi perdagangan, sekaligus pelindung masyarakat, dengan tetap mendorong kelancaran perdagangan dan industri nasional serta mengumpulkan penerimaan negara,” sebut Zaky.

Kinerja positif ini diharapkan dapat terus berlanjut hingga akhir tahun, seiring optimalisasi penerimaan dan penguatan pengawasan di wilayah Indonesia Timur.

Editor: Bali Putra