
BISNISSULAWESI.COM, MEDAN — Yayasan Buddha Tzu Chi membangun kembali rumah Suwati di Jalan Metal, Kelurahan Tanjung Mulia, Medan, yang ludes terbakar akibat korsleting listrik pada 18 Maret 2026.
Rumah tersebut mulai dibangun pada 8 Juni 2026 dan rampung sekitar dua bulan kemudian. Pada 5 Agustus 2026, kunci rumah diserahkan secara simbolis kepada Suwati dalam acara yang dihadiri keluarga, relawan Tzu Chi, kepala lingkungan, dan tamu undangan.
Kebakaran terjadi tiga hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Saat kejadian, Suwati hanya sempat menyelamatkan surat-surat berharga dan pakaian yang dikenakannya.
Musibah itu menjadi semakin berat bagi Suwati karena sekitar lima bulan sebelumnya ia kehilangan putra laki-lakinya.
Setelah rumahnya terbakar, Suwati bersama putrinya terpaksa menyewa rumah. Ia juga berupaya mengumpulkan dana untuk membangun kembali tempat tinggalnya.
Suwati sempat membeli beberapa sak semen dan batu bata. Namun, keterbatasan biaya membuat pembangunan rumah belum dapat dilakukan. Di tengah kondisi tersebut, sejumlah tetangga turut membantu dengan memberikan pakaian dan kebutuhan rumah tangga.
Pada 9 April 2026, Suwati didampingi kepala lingkungan mengajukan permohonan bantuan kepada Tzu Chi Medan.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, relawan Tzu Chi komunitas Hu Ai Cemara melakukan survei pada 23 April 2026. Survei dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi rumah sekaligus mengetahui kebutuhan keluarga Suwati.
Hasil survei kemudian dibahas dalam rapat koordinasi relawan amal. Yayasan Buddha Tzu Chi selanjutnya memutuskan membangun kembali rumah Suwati.
Kabar tersebut disambut haru Suwati.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Saya kira saya sudah tidak bisa membangun rumah saya kembali. Terima kasih kepada Tzu Chi karena sudah mau membantu,” kata Suwati.
Pembangunan rumah dipantau secara rutin oleh Pipink Asriana sebagai penanggung jawab kasus. Proses pembangunan berlangsung lancar hingga rumah selesai pada awal Agustus.
“Saya sangat senang dan terharu melihat keluarga Suwati sudah memiliki rumah baru,” ujar Pipink.
Selain membangun rumah, Tzu Chi juga memberikan sejumlah perabotan sederhana yang berasal dari Depo Daur Ulang Tzu Chi.
Perabotan tersebut merupakan barang bekas yang telah dipilah dan masih layak digunakan. Bantuan itu menjadi bagian dari upaya pemanfaatan kembali barang sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga Suwati.
Suwati mengaku bersyukur dapat kembali memiliki rumah setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
“Saya sangat senang sekali, bersyukur, dan sangat berterima kasih kepada Tzu Chi yang sudah membantu pembangunan rumah ini. Rumah ini sangat sejuk, seperti sejuknya hati kita semua,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para relawan yang menurutnya telah memberikan perhatian dan kehangatan kepada keluarganya.
“Saya sangat bersyukur bisa mengenal Tzu Chi dan para relawannya yang sangat baik dan selalu memberikan kehangatan. Saya mendoakan semua relawan selalu sehat, Tzu Chi semakin maju, dan semakin banyak menolong orang yang membutuhkan,” kata Suwati.
Kepala Lingkungan setempat, Jaka Lesmana, juga mengapresiasi bantuan yang diberikan Tzu Chi kepada warganya.
“Saya sangat berbahagia dan berterima kasih karena warga kami, terutama Ibu Suwati, telah dibantu. Kami sudah mengenal Tzu Chi melalui DAAI TV dan media sosial. Kami tahu Tzu Chi selalu memberikan bantuan dengan cepat dan tepat sasaran. Kehadiran Tzu Chi sangat membantu masyarakat,” ujar Jaka.
Pembangunan kembali rumah tersebut diharapkan memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi Suwati dan keluarganya sekaligus membantu mereka memulai kembali kehidupan setelah kehilangan rumah akibat kebakaran.
Wayan Susena









