Akselerasi Diplomasi Akademik, Pimpinan Unhas Perkuat Literasi Budaya dan Bahasa Arab

57
Unhas menyelenggarakan kelas perdana Bahasa Arab, Jum’at (13/03/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Penguasaan bahasa dan budaya asing berperan penting dalam diplomasi sains di perguruan tinggi. Kompetensi ini memfasilitasi komunikasi ilmiah lintas negara, memperluas jejaring riset, dan meningkatkan kepercayaan antarmitra akademik. Bahasa memungkinkan peneliti mengakses literatur global, mempublikasikan temuan, serta berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional.

Sementara itu, pemahaman budaya membantu akademisi membaca norma, etika kolaborasi, dan sensitivitas sosial dalam kerja sama riset. Kombinasi keduanya memperkuat kemampuan perguruan tinggi untuk membangun kolaborasi internasional, menarik pendanaan riset, serta mempromosikan kepentingan nasional melalui pertukaran pengetahuan dan inovasi ilmiah.

Dengan demikian, kompetensi linguistik dan kultural menjadi modal strategis bagi universitas dalam menjalankan peran sebagai aktor diplomasi sains di tingkat global.

Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan komitmen memperkuat posisi di kancah global melalui inisiasi program pengembangan kapasitas kepemimpinan berbasis literasi internasional. Bertempat di Kampus Tamalanrea, Unhas menyelenggarakan kelas perdana Bahasa Arab, Jum’at (13/03/2026).

Kelas perdana ini diikuti oleh jajaran pimpinan tertinggi, mulai dari Rektor Unhas, Ketua Senat Akademik, para Wakil Rektor, hingga para Dekan di lingkungan universitas. Kehadiran seluruh unsur pimpinan ini mencerminkan kohesi institusional dalam mendukung agenda internasionalisasi yang lebih substantif.

Program ini dipandu Yusring Sanusi Baso, pakar linguistik terapan Unhas. Beliau menguraikan dimensi akademik pada proses pembelajaran. Alih-alih sekadar pengenalan tata bahasa konvensional, kelas ini dirancang untuk membedah kaitan antara aspek kebahasaan dengan konteks sosiokultural serta protokol profesional di kawasan Timur Tengah.

“Pendekatan ini bertujuan membekali para pimpinan dengan cultural capital (modal budaya) yang krusial dalam menavigasi kolaborasi riset dan pendidikan di level transnasional,” kata Yusrin.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa (JJ), menekankan, inisiasi ini melampaui sekadar kegiatan seremonial. Program ini merupakan instrumen strategis untuk memecah hambatan komunikasi dalam membangun kemitraan global.

“Inisiasi ini merupakan bentuk intellectual refreshing sekaligus jembatan strategis bagi jajaran pimpinan untuk membangun kemitraan yang lebih inklusif di Timur Tengah. Dengan menguasai instrumen bahasa dan memahami dinamika budaya secara komprehensif, kita sedang meletakkan fondasi bagi diplomasi akademik yang lebih setara dan berkelanjutan di masa depan,” ucap JJ

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya keberlanjutan program ini agar menjadi agenda rutin institusional. Langkah transformatif ini menempatkan Unhas sebagai aktor global yang responsif terhadap pergeseran geopolitik akademik. Dengan memperkecil kesenjangan literasi lintas budaya, Unhas semakin optimis dalam merealisasikan visinya sebagai World Class University melalui jejaring kemitraan yang lebih kuat, autentik, dan berbasis pemahaman mutual yang mendalam.

Editor: Bali Putra