2025, Penggunaan SPKLU di Sulselrabar Naik Tiga Kali Lipat

260
Direktur Manajemen Risiko PT PLN (Persero), Adi Lumakso bersama jajaran manajemen PLN UID Sulselrabar saat menyapa pengguna mobil listrik di SPKLU Mattoanging dalam rangka meninjau kesiapan SPKLU di kantor PLN ULP Mattoanging, Rabu (24/12/2025). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mencatatkan kenaikan transaksi di SPKLU pada 2025, tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, menyebutkan, selama 2025, transaksi penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masyarakat meningkat signifikan. Ia merinci, sebesar 6.328 kali kendaraan listrik melakukan isi daya di SPKLU PLN UID Sulselrabar atau meningkat 370 persen dibandingkan periode mudik tahun lalu, 1.699 kali transaksi.

“PLN terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Terima kasih pengguna kendaraan listrik yang telah mempercayakan layanan isi daya kendaraan listrik di SPKLU PLN. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna memudahkan pengguna mobil listrik dalam melakukan isi daya,” ujar Edyansyah.

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah (kanan) dan Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan, Yuli Ashaniais (tengah) saat mengecek SPKLU Kantor PLN UID Sulselrabar. POTO: ISTIMEWA

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan listrik, PLN UID Sulselrabar juga memastikan ketersediaan 65 SPKLU yang beroperasi di 52 lokasi di wilayah Sulselrabar. Hal tersebut selaras dengan data Badan Pendapatan Daerah Sulsel yang mencatat pada 2023 terdapat sebanyak 184 mobil listrik, meningkat menjadi 512 mobil listrik di 2024. Pertumbuhan mobil listrik semakin signifikan pada 2025 menjadi 1.256 unit.

Saat melakukan isi daya mobil listrik di SPKLU PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Karebosi, Fahrul mengapresiasi fasilitas fast charging SPKLU PLN. “Ini sangat membantu kami melakukan isi daya kendaraan listrik. Isinya cepat dan tempatnya nyaman,” kata Fahrul.

Hal senada dikatakan, rudianto saat ditemui di PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Parepare. Ia mengaku puas dengan pelayanan dan fasilitas SPKLU PLN. “Penggunaan mobil listrik lebih hemat dan saya tidak mengantre saat melakukan isi daya di SPKLU PLN,” ungkapnya.

Afrizal saat ditemui di SPKLU PLN UP3 Makassar Selatan, juga mengatakan hal sama. Ia menyatakan, SPKLU di PLN sangat membantu pengguna kendaraan mobil listrik saat hendak bepergian di dalam kota maupun di luar kota.

“Dari segi biaya operasional, menggunakan mobil listrik jauh lebih irit. Jika menggunakan mobil konvensional, saya menghabiskan Rp500 ribu per bulan. Ketika menggunakan mobil listrik dan mengisi daya di SPKLU PLN, saya hanya mengeluarkan Rp200 ribu per bulan,” tutur Afrizal.

*/Editor: Bali Putra