Wisuda Unhas, Rektor Tegaskan Adaptasi Global dan Penguasaan Teknologi sebagai Kunci Daya Saing

63
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Rektor Universitas Hasanuddin, Jamaluddin Jompa (Prof. JJ) menegaskan urgensi penguatan kapasitas adaptif, literasi teknologi, dan pola pikir berkembang sebagai fondasi utama kesiapan lulusan dalam merespons transformasi global. Hal ini disampaikan langsung Prof. JJ di hadapan wisudawan periode April 2026, Kamis (02/04/2026).

Transformasi global yang ditandai krisis energi, eskalasi geopolitik, serta disrupsi teknologi telah mengubah struktur ekonomi dan pasar kerja secara signifikan. Dalam konteks ini, lulusan dihadapkan pada kebutuhan untuk memiliki kapasitas adaptasi yang tinggi serta kemampuan membaca perubahan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.

Prof. JJ menekankan, penguasaan teknologi menjadi determinan utama daya saing. Pergeseran paradigma global menunjukkan bahwa kekuatan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam, tetapi oleh kapasitas inovasi dan penguasaan teknologi.

“Dunia kerja hari ini tidak hanya membutuhkan tenaga teknis, tetapi individu yang mampu belajar cepat, berpikir kritis, dan beradaptasi dalam situasi yang terus berubah,” jelasnya.

Seiring dengan berbagai perubahan tersebut, kebutuhan industri juga mengalami pergeseran menuju kompetensi yang lebih adaptif. Konsep learning agility menjadi krusial, yakni kemampuan individu untuk belajar secara cepat, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menyelesaikan persoalan kompleks secara efektif.

Pada kesempatan itu, Prof. JJ juga memaparkan capaian penting Unhas di tingkat nasional dan internasional, meliputi pengakuan dalam pemeringkatan global, prestasi unggul dalam akademik nasional, hingga berbagai penghargaan yang diperoleh Unhas.

Ia berharap para lulusan tidak hanya mampu bertahan, tetapi mengubah tantangan menjadi peluang inovasi. Setiap kiprah nyata para lulusan akan menjadi motor penggerak solusi yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus mengawal langkah Indonesia Emas 2045.

Editor: Bali Putra