Wisata Kuliner PKK Selayar Perkuat Daya Tarik Pariwisata Bahari, Kolaborasi Akademisi Ciputra Makassar dan Koperasi Dorong Ekonomi Masyarakat Berkelanjutan

103
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pengembangan pariwisata berkelanjutan tidak hanya bergantung pada keindahan destinasi,  juga membutuhkan dukungan fasilitas pendukung yang mampu memberikan pengalaman nyaman bagi wisatawan.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam pertemuan bersama pengelola Koperasi PKK Mitra Mandiri Kabupaten Kepulauan Selayar yang berlangsung di Warung Makan Adeeva Fitrah Mandiri, Kabupaten Kepulauan Selayar, Jumat (26/06/2026).

Pertemuan tersebut membahas penguatan peran Wisata Kuliner PKK Selayar sebagai salah satu fasilitas pendukung pariwisata daerah yang menghadirkan layanan kuliner lokal dengan konsep nyaman, bersih, dan harga yang terjangkau bagi masyarakat maupun wisatawan.

Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata bahari melalui kekayaan laut, panorama pesisir, budaya masyarakat maritim, serta potensi ekonomi kreatif lokal. Keberadaan fasilitas kuliner menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata, khususnya karena Selayar menjadi pintu masuk wisatawan melalui jalur transportasi laut dan kawasan sekitar Pelabuhan Ferry.

Ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) sekaligus Ketua Koperasi PKK Mitra Mandiri Kabupaten Kepulauan Selayar, Hj. Sitti Zaenab menyebutkan, Wisata Kuliner PKK hadir sebagai bentuk kontribusi masyarakat dalam mendukung kemajuan pariwisata daerah.

“Wisatawan yang datang ke Selayar tentu tidak hanya mencari destinasi yang indah, tetapi juga membutuhkan tempat makan yang nyaman, bersih, dan memiliki harga yang terjangkau. Kami ingin menghadirkan ruang kuliner yang dapat memberikan rasa nyaman sehingga wisatawan memiliki pengalaman positif selama berada di Selayar,” ujarnya.

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal, khususnya perempuan dan kelompok masyarakat yang bergerak dalam sektor kuliner.

“Potensi kuliner Selayar sangat besar karena didukung oleh hasil laut, budaya lokal, dan kreativitas masyarakat. Melalui koperasi, potensi tersebut dapat dikelola menjadi bagian dari daya tarik wisata sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Pengawas Koperasi PKK Mitra Mandiri, Sri Malabakti, menegaskan, pengawasan menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan kepercayaan wisatawan.

“Pengawasan koperasi dilakukan agar kualitas pelayanan tetap terjaga, mulai dari kebersihan tempat, kualitas makanan, hingga kewajaran harga. Jangan sampai pengunjung merasa tidak nyaman atau kapok kembali ke Selayar hanya karena pelayanan yang kurang baik atau harga yang tidak sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan citra sebuah destinasi wisata tidak hanya dibangun melalui objek wisata, tetapi juga melalui pengalaman wisatawan ketika berinteraksi dengan masyarakat dan fasilitas pendukung.

“Ketika wisatawan merasa nyaman, mendapatkan pelayanan yang baik, dan menikmati kuliner dengan harga yang sesuai, maka hal tersebut menjadi bagian dari promosi positif bagi pariwisata Selayar,” ungkapnya.

Ketua kegiatan pengembangan kolaborasi, Dr. Mustika Kusuma Basir, sebagai pakar sumber daya manusia yang konsen pada pengembangan green leadership dan ekonomi kreatif, memberikan apresiasi terhadap praktik pemberdayaan masyarakat melalui koperasi.

“Yang dilakukan Koperasi PKK Mitra Mandiri menunjukkan bagaimana ekonomi masyarakat dapat tumbuh melalui pengelolaan yang berbasis kebersamaan. Koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, pengembangan pariwisata masa depan membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kesadaran terhadap kualitas pelayanan, kebersihan, inovasi, dan keberlanjutan.

“Green human capital menjadi penting karena manusia adalah penggerak utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas. Ketika masyarakat mampu memberikan pelayanan terbaik, maka daya saing destinasi akan semakin meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Dr. St. Salmah Sharon, sebagai akademisi yang konsen pada bidang sustainability dan akuntansi sektor publik, mengapresiasi pengelolaan koperasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Praktik koperasi seperti ini merupakan bentuk nyata sustainability karena memiliki dampak ekonomi, sosial, dan tata kelola. Pengelolaan yang baik, pengawasan yang konsisten, serta komitmen menjaga kualitas pelayanan merupakan bagian dari akuntabilitas publik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan pariwisata berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan tanggung jawab sosial.

“Destinasi wisata yang maju bukan hanya dilihat dari banyaknya wisatawan yang datang, tetapi bagaimana masyarakat lokal mendapatkan manfaat ekonomi dan bagaimana lingkungan serta budaya tetap terjaga,” jelasnya.

Dalam perspektif digitalisasi, Muh. Syulhasbiullah, sebagai pakar digital marketing, menyampaikan bahwa Wisata Kuliner PKK Selayar memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai bagian dari branding destinasi.

“Wisata kuliner dapat menjadi identitas daerah. Dengan strategi digital marketing yang tepat, kuliner khas Selayar dapat dikenal lebih luas melalui konten kreatif, media sosial, dan cerita tentang budaya lokal,” ungkapnya.

Menurutnya, posisi Wisata Kuliner PKK yang berada dekat dengan Pelabuhan Ferry menjadi keunggulan strategis.

“Lokasi ini memiliki potensi besar karena menjadi titik interaksi awal wisatawan ketika datang ke Selayar. Fasilitas kuliner yang nyaman dapat memberikan kesan pertama yang positif terhadap daerah ini,” tambahnya.

Melalui penguatan koperasi, pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pelayanan, serta pengembangan inovasi kuliner lokal, Wisata Kuliner PKK Selayar diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak pariwisata daerah.

Kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun Selayar sebagai destinasi wisata bahari unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang nyaman, terjangkau, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.