Unhas Teken MoU Bersama Tiongkok untuk Pengembangan Talenta AI dan Industri

87
Unhas melalui Fakultas Vokasi memperkuat kolaborasi internasional dengan institusi pendidikan dan industri asal Tiongkok melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (19/05/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, JAKARTA – Transformasi kecerdasan artifisial (AI) yang berlangsung cepat di berbagai sektor industri mendorong dunia pendidikan melakukan penyesuaian, khususnya pada pendidikan vokasi. Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui Fakultas Vokasi memperkuat kolaborasi internasional dengan institusi pendidikan dan industri asal Tiongkok melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Selasa (19/05/2026).

Penandatanganan dilakukan antara Foshan Polytechnic, Guandong Bangpu Recycling Technology Co., Ltd Indonesia Buri Base, dan Fakultas Vokasi Unhas. Dengan program berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi, penguatan talenta industri, transfer pengetahuan, serta pengembangan teknologi berbasis kebutuhan industri global.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, didampingi Dekan Vokasi Unhas, Muh. Restu, menyebutkan, selain memperkuat hubungan antarlembaga, kerja sama diharapkan membuka ruang kolaborasi riset terapan, pengembangan kurikulum industri, hingga peningkatan kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja internasional.

Indonesia dan Tiongkok saat ini memiliki visi yang sama dalam membangun generasi muda yang siap beradaptasi dengan perkembangan AI dan digitalisasi industri. Menurutnya, kolaborasi lintas negara menjadi langkah penting mempercepat transfer pengetahuan, penguatan kompetensi, dan kesiapan tenaga kerja global.

Penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu fokus strategis Unhas dalam menjawab kebutuhan industri masa depan. Unhas terus memperluas jejaring kerja sama sebagai penguatan ekosistem pendidikan terapan.

Teknologi kini tidak lagi menjadi pilihan tambahan dalam dunia pendidikan, melainkan telah menjadi kebutuhan utama.

“Pendidikan vokasi menjadi salah satu kunci penting menyiapkan SDM unggul di era transformasi digital. Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah harus terus diperkuat agar inovasi dan pengembangan teknologi dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan dunia kerja,” jelas Jamaluddin Jompa.

Indonesia dan Tiongkok merencanakan pengembangan pusat-pusat pelatihan berbasis AI dan cross-border e-commerce di berbagai wilayah Indonesia. Program ini turut didukung investasi peralatan pembelajaran berupa komputer dan layar digital untuk mendukung ruang pelatihan e-commerce berbasis industri.

Editor: Bali Putra