Unhas Kukuhkan Empat Guru Besar

88
Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka upacara Pengukuhan dan Penerimaan Anggota Dewan Profesor terhadap empat guru besar yang berlangsung di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Unhas, Selasa (10/02/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) mengukuhkan empat guru besar dalam Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas yang berlangsung di Ruang Senat Akademik Lantai 2 Gedung Rektorat, Unhas Makassar, Selasa (10/02/2026).

Empat profesor yang dikukuhkan yakni

  1. Prof. Dr. Agussalim, SE., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  2. Prof. Dr. Madris, S.E., D.P.S., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  3. Prof. Dr. Muhammad Ismail, S.E., M.Si., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  4. Prof. Rini Rachmawaty, S.Kep., Ns., MN., Ph.D., Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Keperawatan, Fakultas Keperawatan

Dalam rapat paripurna yang dihadiri ketua, sekretaris, dan anggota Majelis Wali Amanat, senat akademik, dewan profesor, tamu undangan, dan keluarga besar para profesor yang dikukuhkan, Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa (Prof. JJ) menyebutkan, dalam kerangka Kampus Berdampak, peran profesor perlu diformulasikan agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Unhas memiliki kapasitas besar untuk memberikan dampak signifikan tersebut,’ ujar Prof. Jompa.

Ia mengajak seluruh sivitas akademika terus mendorong tumbuhnya semangat belajar lintas bidang, keterbukaan terhadap gagasan baru, serta kolaborasi antardisiplin ilmu sebagai kekuatan utama pengembangan akademik dan riset.

“Beragam latar keilmuan para guru besar Unhas, menjadi pondasi penting menjawab tantangan masa depan. Kompleksitas permasalahan global saat ini mbutuhkan perspektif multidisiplin yang saling melengkapi,” jelasnya.

Prof. JJ berharap para guru besar Unhas dapat berperan sebagai motor penggerak perubahan dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat.

“Kami berharap, para guru besar tidak hanya unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, juga menjadi teladan dalam menjaga kualitas akademik, etika keilmuan, dan integritas ilmiah.

Editor: Bali Putra