
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kemitraan Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Stanford University berlangsung lebih sepuluh tahun. Puncaknya adalah peresmian Stanford–Unhas Alliance for Planetary Health Research in Asia Pacific di Makassar, 11 November tahun lalu.
Kemitraan ini untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat melalui transfer teknologi, riset bersama, dan pengembangan SDM Kesehatan, yang dapat mempercepat inovasi telemedicine, penguatan layanan di Kawasan Timur Indonesia, serta peningkatan kapasitas menghadapi ancaman kesehatan global.
Unhas menghadirkan pemahaman lokal dan akses masyarakat, sementara Stanford menyediakan keunggulan riset dan teknologi medis.
Sebagai salah satu implementasi dari kemitraan tersebut, Stanford Unhas Alliance menggelar Pameran Kesehatan Lingkungan yang dirangkaikan pemeriksaan kesehatan gratis di gedung SD Inpres Galangan Kapal I, II, III, dan IV, Kecamatan Tallo, Sabtu (10/05/2026).
Menghadirkan berbagai layanan kesehatan seperti pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, diabetes, hingga pemeriksaan rontgen gratis bagi masyarakat. Termasuk disiapkan area bermain anak dan booth edukasi kesehatan lingkungan.
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat sekaligus Direktur Kemitraan Unhas, Ansariadi, mengatakan, Tallo dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi laboratorium lapangan penelitian kesehatan masyarakat Unhas bersama Stanford University.
“Dua tahun terakhir, Unhas bersama Stanford University melakukan berbagai penelitian di wilayah tersebut. Meliputi pengelolaan sampah, dampak cuaca panas terhadap kesehatan, pemantauan penyakit anak, hingga monitoring tumbuh kembang anak di masyarakat,” kata Ansariadi.
Peneliti dari Stanford University, Morgan menyampaikan hasil riset terkait kesehatan lingkungan dan kondisi kesehatan masyarakat, mengatakan, terdapat beberapa persoalan kesehatan yang masih sering terjadi, seperti anemia, penyakit menular, dan stunting di wilayah padat penduduk tersebut.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan dan kesehatan keluarga, ujar Ms. Morgan.
Editor: Bali Putra








