
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Hiroshima University membahas pengembangan proyek kolaboratif restorasi mangrove dan akuakultur berkelanjutan sebagai model pengelolaan pesisir berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Pembahasan berlangsung Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa (JJ) menerima kunjungan delegasi Hiroshima University, Kazuhiko Koike di Gedung Rektorat Unhas, Rabu (18/02/2026).
“Program pengembangan ini dirancang untuk mengintegrasikan pendekatan restorasi ekosistem mangrove dengan sistem akuakultur produktif yang ramah lingkungan,” jelas Prof JJ.
Dikatakan, isu restorasi mangrove dan akuakultur merupakan sektor strategis yang relevan dengan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan. Menurutnya, kolaborasi ini dapat mendorong riset berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
“Unhas telah melakukan beberapa langkah konkret memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya, pengembangan fasilitas produksi es di Pulau Barrang Lompo untuk menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan,” sebutnya.
Dengan berkolaborasi bersama Hiroshima University, Unhas membuka peluang pemanfaatan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) guna memperluas akses mahasiswa pada pendidikan berstandar global.
Pada kesempatan sama, Kazuhiko Koike menyampaikan, Hiroshima University memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan ilmu kelautan dan perikanan berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya melahirkan model restorasi mangrove berkelanjutan, juga memberikan dampak konkret bagi penguatan sektor kelautan dan perikanan.
Sebagai tindak lanjut, kedua institusi merancang pilot project selama tiga tahun yang akan dilaksanakan di tambak Unhas, Kabupaten Barru. Lokasi tersebut diproyeksikan sebagai laboratorium lapangan untuk menguji integrasi sistem rehabilitasi mangrove dengan budidaya perikanan yang produktif dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Editor: Bali Putra








