BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) menjalin sinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) untuk mendorong hilirisasi produk riset kampus, termasuk pengembangan produk kesehatan dan farmasi.
Sinergi terbentuk saat pertemuan Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa, dengan Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar bersama jajaran di Ruang Rapat Rektor, Lantai 8 Gedung Rektorat Unhas, Kamis (05/03/2026).
Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya hilirisasi inovasi yang dihasilkan sivitas akademika. Unhas memiliki berbagai prototipe produk hasil penelitian yang berpotensi dikembangkan dan memerlukan dukungan regulasi dari BPOM.
“Kami ingin Unhas menjadi contoh pemanfaatan layanan BPOM untuk mempercepat pemanfaatan produk riset,” jelasnya.
Unhas juga memperkuat ekosistem inovasi melalui dukungan pembiayaan bagi startup berbasis riset. Unhas memiliki fasilitas perbankan internal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan awal sivitas akademika dalam pengembangan usaha, termasuk di bidang obat dan produk kesehatan.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, mengapresiasi komitmen Unhas mengembangkan inovasi berbasis riset. BPOM merupakan lembaga yang berada langsung di bawah koordinasi Presiden, sehingga memiliki peran strategis memastikan keamanan, mutu, dan efektivitas produk obat serta makanan di Indonesia.
“Potensi Unhas sangat besar. Sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, sudah saatnya Unhas mengambil peran lebih besar melalui pengembangan riset dan ekonomi nasional,” ujarnya.
Selain pertemuan dan diskusi bersama jajaran pimpinan Unhas, Taruna juga berkesempatan meresmikan Clinical Research Unit (CRU), di Rumah Sakit Unhas.
Editor: Bali Putra









