Tingkatkan Produktifitas Tenaga Kerja, Disnaker Makassar Gelar Konsulatasi “Achievement Motivation Training”

91
Tingkatkan produktifitas tenaga kerja, Disnaker Makassar gelar Konsulatasi “Achievement Motivation Training” 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kota Makassar sering disebut sebagai gerbang Indonesia Timur dan merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Selatan, di mana sekitar 17,25 persen dari total populasi Sulawesi Selatan bermukim di Kota Makassar.

Jumlah penduduk sebanyak ini, merupakan potensi jika dapat dikelola dengan baik, sekaligus menjadi tantangan yang sangat berpengaruh terhadap tingkat pengangguran dan rasio produktivitas tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar, Zainal Ibrahim saat membuka kegiatan Konsulatasi “Achievement Motivation Training” 2026, Rabu (22/07/2026).

Konsultasi achievement motivation training, berlangsung dua hari hingga, Kamis (23/07/2026). Diikuti 45 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan di kota Makassar. POTO: ISTIMEWA

Dikatakan, saat ini, Kota Makassar memperlihatkan perkembangan yang positif, khususnya terlihat pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Di mana pada 2025 Makassar berhasil menurunkan TPT hanya 1 digit menjadi 9,60 persen. Secara berturut-turut lima tahun terakhir, TPT Kota Makassar mencapai 9,71 persen (2024), 10,60 persen (2023), 11,82 persen (2022), dan 13,18 persen (2021)

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kota Makassar menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya yang melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi dan nasional. Berdasarkan rilis resmi BPS, laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Makassar lima tahun terakhir sebesar 5,39 persen (2025), 5,56 persen (2024), 5,31 persen (2023), 5,40 persen (2022) dan 4,47 persen (2021)

Jajaran Disnaker Makassar poto bersama peserta kegiatan Konsultasi achievement motivation training 2026 usai pembukaan, Rabu (22/07/2026). POTO: ISTIMEWA

Pencapaian tersebut tentu cukup membanggakan, namun, tidak mudah menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten untuk terus bergerak positif di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif sehingga berdampak pula terhadap perekonomian Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota,” katanya.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan, terlihat TPT Kota Makassar lebih tinggi. Ini memang merupakan sebuah indikasi atau ciri dari daerah yang memiliki kekuatan ekonomi yang kuat sehingga menjadi tujuan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan, para pencari pekerjaan maupun wistawan dan sektor bisnis.

“Sebagaimana kita ketahui, Kota Makassar merupakan kota terbesar di Indonesia Timur bahkan disebut sebagai Pintu Gerbang Kawasan Indonesia Timur,” tambahnya.

Salah satu concern Pemerintah Kota Makassar selain menurunkan pengangguran adalah meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Produktivitas tenaga kerja pada perusahaan tentu akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas tenaga kerja secara makro.

“Kegiatan Achievement Motivation Training merupakan salah satu upaya meningkatkan produkitivitas tenaga kerja di Perusahaan, juga mendorong peningkatan motivasi dan prestasi sumber daya manusia dalam mengembangkan entrepreneurship,: sebut Zainal.

Konsultasi achievement motivation training bertujuan membantu perusahaan meningkatkan kemampuan dan pemahaman, serta menumbuhkan kesadaran tenaga kerja terhadap faktor-faktor yang dapat meningkatkan produktivitas.

Kegiatan hari ini merupakan upaya bersama menjaga iklim perekonomian Makassar dalam hal ketenagakerjaan. Bukan sekedar kegiatan seremonial, kegiatan ini merupakan langkah stategis untuk memotivasi, mendorong semangat berprestasi, serta meningkatkan produktivitas kerja secara berkelanjutan.

“Semoga para pekerja mempertahankan semangat dan prestasinya, demi kesejahteraan diri dan keluarga, serta berdampak pada pemulihan ekonomi Makassar,” harapnya.

Sementara itu, konsultasi achievement motivation training, berlangsung dua hari hingga, Kamis (23/07/2026). Diikuti 45 peserta yang berasal dari berbagai perusahaan di kota Makassar.

Bali Putra