Tiga Tahun Berdiri, SD Islam Athirah Bone Sukses Raih Berbagai Prestasi

90
Dalam tiga tahun sejak beroperasi pada 2024, SD Islam Athirah berhasil menorehkan beragam prestasi. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, BONE – Dalam waktu relatif singkat, SD Islam Athirah Bone berkembang cukup pesat. Beroperasi sejak 2024, sekolah ini sukses meraih 24 prestasi, mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional, baik akademik maupun nonakademik.

Pada ajang nasional, siswa SD Islam Athirah Bone mengoleksi 10 medali dari kompetisi English, Mathematics and Science Olympiad (EMSO) 2026 dan Indonesia Mathematics and Science Competition (IMSC) 2026, yang terdiri atas 1 medali emas, 4 medali perak, dan 5 medali perunggu.

Juga prestasi pada kompetisi matematika tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, serta meraih sejumlah gelar juara pada kejuaraan Anging Mammiri Championship Series III cabang renang dan olahraga menembak.

Secara keseluruhan, dari 24 prestasi, siswa SD Islam Athirah Bone berhasil mengumpulkan 6 medali emas atau juara 1, 8 medali perak atau juara 2, dan 10 medali perunggu atau juara 3. Prestasi tersebut lahir dari berbagai bidang, mulai dari sains, matematika, bahasa Inggris, renang, hingga menembak.

Kepala SD Islam Athirah Bone, Eva Rukmana, menyebutkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang terus berkembang sejak sekolah berdiri. Ia mengatakan tantangan terbesar sebagai sekolah baru bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan membangun budaya dan mental juara pada diri peserta didik.

“Awalnya kami mendorong anak-anak mengikuti lomba sambil melakukan persiapan menghadapi kompetisi. Persiapan dilakukan secara intensif menjelang pelaksanaan lomba, dan yang tidak kalah penting adalah melatih mental mereka agar siap menghadapi hasil apa pun, termasuk ketika belum berhasil menjadi juara,” ujar Eva.

Seiring berjalannya waktu, sistem pembinaan terus dievaluasi. Pembinaan tidak lagi dilakukan hanya menjelang perlombaan, tetapi menjadi bagian dari proses belajar yang berlangsung sepanjang tahun. Dengan bekal yang dipersiapkan lebih awal, siswa diharapkan memiliki kemampuan dan kepercayaan diri yang lebih baik saat mengikuti berbagai kompetisi.

“Kami terus mengevaluasi sistem pembinaan. Anak-anak tidak hanya dilatih ketika akan mengikuti lomba, tetapi harus memiliki bekal sejak jauh hari. Dengan begitu, mereka lebih siap, baik dari sisi kemampuan maupun kepercayaan diri saat mengikuti kompetisi,” katanya.

Eva menambahkan, keberhasilan siswa juga tidak terlepas dari dukungan orang tua yang menjadi mitra sekolah dalam proses pembinaan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya berprestasi di SD Islam Athirah Bone.

“Peran orang tua sangat besar dalam mendukung prestasi anak. Banyak orang tua yang memberikan dukungan melalui kelas tambahan, les, maupun pendampingan belajar di rumah. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua inilah yang menjadi kekuatan SD Islam Athirah Bone, baik dalam pengembangan prestasi maupun pengembangan program-program sekolah lainnya,” tuturnya.

Salah seorang peraih medali nasional, Muhammad Gibran, mengaku tidak menyangka dapat membawa pulang medali untuk sekolahnya. Menurutnya, latihan bersama guru dan dukungan dari orang tua membuatnya lebih percaya diri saat mengikuti perlombaan.

“Senang sekali. Saya mau belajar lebih rajin lagi supaya nanti bisa ikut lomba lagi dan bisa juara lagi,” ujar Gibran.

Editor: Bali Putra