
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) mengajak pimpinan perbankan, perusahaan asuransi, pembiayaan, pasar modal, dan industri keuangan lain yang tergabung dalam Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulselbar, memberi perhatian lebih kepada sektor produktif dan Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Dukungan dapat dilakukan dengan menyusun strategi bersama untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” ujar Kepala OJK Sulselbar yang juga ketua FKIJK Sulselbar, Moch. Muchlasin dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/01/2026).
Terkait hal itu, Muchlasin menyebutkan, OJK Sulselbar telah duduk bersama pimpinan Industri Jasa Keuangan (IJK), di Kantor OJK Sulselbar, Rabu, 21 Januari lalu
Pertemuan dengan konsep “Ngobrol Santai” (Ngobras),menjadi agenda strategis perdana awal tahun.
Muchlasin menegaskan, kerangka kerja 2026 berorientasi pada nilai-nilai yang bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi antara regulator dan pelaku industri diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas angka-angka ekonomi, juga menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ngobras menjadi wadah konsolidasi OJK Sulselbar bersama pimpinan perbankan, perusahaan asuransi, pembiayaan, pasar modal, dan industri keuangan lain, dalam sinergi produktif,’ ujarnya.
Selain dukungan terhadap sektor produktif dan UMKM dengan menyusun strategi bersama untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai motor penggerak ekonomi daerah, pada kesempatan itu juga dirancang penguatan literasi dan inklusi keuangan secara masif dengan melanjutkan keberhasilan tahun sebelumnya. Forum berkomitmen meningkatkan indeks literasi masyarakat khususnya di daerah pelosok Sulawesi Barat dan sektor perdesaan di Sulawesi Selatan, melalui program-program inovatif seperti Layarku (Layanan Literasi dan Inklusi Keuangan) dan Gencarkan (Gerakan Nasional Cerdas Keuangan).
Kemudian, mitigasi risiko dan perlindungan konsumen dengan memperkuat fungsi pengawasan mandiri di internal industri untuk memberantas praktik keuangan ilegal dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan formal.
Penguatan kegiatan sosial, keagamaan, dan kebersamaan melalui program kemanusiaan mencakup penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat prasejahtera, peringatan hari besar keagamaan bersama, serta kegiatan bakti sosial di wilayah terdampak bencana. Selain itu, forum akan rutin menggelar agenda seni dan olahraga (seperti Porseni) untuk memperkuat bonding dan rasa kekeluargaan antar-insan industri jasa keuangan.
Sementara itu, bagi pengurus FKIJK, Ngobras merupakan langkah awal yang sangat penting. Melalui dialog informal namun substantif, diakui dapat menyamakan persepsi agar seluruh kebijakan yang diambil masing-masing lembaga jasa keuangan, selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah di Sulselbar pada 2026.
Selain aspek strategis, pertemuan ini juga diisi dengan sesi ramah tamah untuk mempererat hubungan antarpengurus. Solidaritas OJK Sulselbar bersama IJK diyakini menjadi kunci utama menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks.
FKIJK siap menjadi pilar pendukung utama peningkatan literasi dan inklusi keuagan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Sulselbar.
Editor: Bali Putra








