Reses, Wakil Ketua DPRD Makassar, Eric Horas Sapa Konstituen di Tiga Kecamatan

32
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas menyapa konstituen dalam reses kedua masa persidangan kedua 2025/2026, Kamis (12/2/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas menyapa konstituen dalam reses kedua masa persidangan kedua 2025/2026, Kamis (12/2/2026).

Reses menjadi agenda wajib setiap anggota DPRD Makassar untuk turun ke lapangan mendengarkan aspirasi masyarakat.

Eric sendiri berkunjung di daerah pemilihan mencakup Kecamatan Makassar, Rappocini, dan Ujung Pandang. Setiap kunjungannya disambut hangat konstituen.

Eric mendapatkan beragam aspirasi dari warga. Namun yang menjadi perhatiannya adalah drainase, penyaluran bantuan sosial (bansos), dan lampu jalan.

Menurut Ketua Gerindra Makassar, drainase sudah seharusnya dibenahi apabila sudah tidak memadai menampung air buangan dan sedimentasi.

“Ada drainase yang perlu di rekonstruksi karena usianya sudah lama. Takutnya tidak bisa lagi berfungsi sehingga rawan terjadi banjir,” ucapnya.

Eric menyebutkan, drainase yang baik punya peran penting di tengah musim hujan yang melanda Makassar. Ia tidak mau warga harus menderita setiap tahun akibat banjir.

“Saya rasa ini yang perlu menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum. Makanya saya di sini sekalian juga mau tahu detail drainase yang buruk,” jelasnya.

Untuk penyaluran bansos, dia tidak menampik bahwa masalah ini paling banyak dikeluhkan warga. Mereka tidak pernah merasakan bantuan dari pemerintah padahal masuk kategori keluarga tidak mampu.

Eric menegaskan siap mengawal pendataan ulang dengan mengintervensi Dinas Sosial Makassar selaku leading sektor. Dia ingin bantuan bisa tersalurkan tepat sasaran.

“Ini yang perlu dilakukan pendataan ulang jadi nanti saya tanyakan ke dinas sosial, bagaimana teknis di lapangan untuk pendataannya,” tambahnya.

Terakhir mengenai lampu jalan, dia mengaku segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Makassar untuk memasang beberapa lampu di lorong seperti di Kelurahan Lariangbangi.

“Kalau tidak dipasang takutnya terjadi tindakan kriminal. Nah ini yang harus kita antisipasi bersama,” ucapnya.

Editor: Bali Putra