Rektor Unhas: Integritas Harus Menjadi DNA di Kampus

84
Unhas gelar sosialisasi penguatan pembangunan Zona Integritas (ZI), menghadirkan Andi Rahadian, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Wilayah III, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Di tengah tuntutan tata kelola perguruan tinggi yang semakin transparan dan akuntabel, Universitas Hasanuddin (Unhas) menegaskan kembali arah besarnya, menjadikan integritas sebagai budaya. Bagi Unhas, Zona Integritas bukan sekedar prosedur dan dokumen atau indikator penilaian, melainkan menjadi sumber semangat dalam bekerja, yang hidup dalam praktik sehari-hari sivitas akademika.

Rektor Unhas, Jamaluddin Jompa,  menyampaikan cara pandang ini penting di tengah kecenderungan sebagian institusi yang masih melihat ZI sebagai kewajiban administratif semata. Prof JJ menekankan agar nilai-nilai integritas meresap di seluruh lapisan unit kerja di Unhas. Dirinya menggambarkan, Zona Integritas idealnya menjadi “DNA” institusi, sesuatu yang melekat, tidak terlihat, tetapi terasa dalam setiap keputusan dan tindakan.

“Dalam konteks ini, peran pimpinan menjadi krusial. Integritas tidak bisa hanya diatur, tetapi harus dicontohkan. Kita mengharapkan, para pimpinan bisa menjadi role model untuk membangun kepercayaan dan konsistensi di tingkat unit kerja,” jelasnya.

Membangun budaya tersebut tentu tidak mudah. Unhas menyadari bahwa masih terdapat berbagai tantangan maupun dinamika organisasi. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil bukan hanya penegakan aturan, tetapi juga pembenahan sistem dan pola pikir.

Berbagai langkah telah dilakukan Unhas, mulai dari penyusunan standar operasional prosedur (SOP) yang lebih rinci hingga penguatan mekanisme pelaporan. Sistem ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap proses berjalan secara adil dan transparan, sekaligus memberikan ruang bagi perbaikan. Prof JJ menegaskan, Unhas memandang integritas sebagai aset strategis untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kami juga membuka ruang bagi partisipasi sivitas akademika dalam menjaga integritas. Mekanisme pelaporan tidak hanya dilihat sebagai alat kontrol, tetapi sebagai bagian dari budaya saling mengingatkan,” kata JJ.

Pesan ini disampaikan JJ dalam Sosialisasi Penguatan Zona Integritas (ZI) di Lingkup Unhas, berlangsung di Ruang Senat, Lantai 2, Kampus Unhas Tamalanrea, Senin (13/04/2026), dengan menghadirkan tiga narasumber dari Kementerian PANRB. Seluruh pimpinan unit kerja hadir dalam kegiatan tersebut, yang menandakan komitmen dalam mendukung zona integritas.