Rektor Unhas Ddidapuk Wakili PTN Indonesia di HEPCON 2026 Filipina.

117
Prof JJ saat didapuk mewakili PTN Indonesia di HEPCON 2026 di Cebu, Filipina, 1–3 Oktober 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Jamaluddin Jompa didapuk mewakili Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Indonesia untuk hadir dalam Higher Education Partnerships Conference (HEPCON) 2026 di Cebu, Filipina, 1–3 Oktober 2026.

Pada kesempatan itu, Jamaluddin Jompa mengusung penguatan kolaborasi antarperguruan tinggi dan perluasan kemitraan internasional. Rektor yang akrab disapa Prof. JJ, menyampaikan perspektif Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) mengenai pentingnya membangun jejaring global sekaligus memperluas kolaborasi antarkampus untuk mendukung peningkatan kapasitas PTN di Indonesia.

HEPCON merupakan forum yang memfasilitasi kolaborasi dan kemitraan internasional antara perguruan tinggi Indonesia dengan universitas dari berbagai negara. Kegiatan ini merupakan ruang dialog, jejaring, dan berbagi pengetahuan antara perwakilan perguruan tinggi Indonesia dengan mitra pendidikan tinggi dari berbagai belahan dunia.

Dalam paparan bertajuk “Bridging Educational Disparities Through Global Networking and EdTech: The CRISU-Indonesia Experience”, Prof. JJ membahas upaya memperkecil kesenjangan kapasitas pendidikan tinggi melalui jejaring global dan pemanfaatan teknologi pendidikan. Paparan tersebut mencakup kapasitas kelembagaan, mekanisme pendanaan riset dan pengembangan, serta peluang membangun sinergi dengan mitra global.

Dijelaskan, CRISU-Indonesia atau MRPTNI menaungi 147 PTN dan politeknik yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Organisasi tersebut merupakan wadah resmi PTN yang secara formal diakui dan didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Keragaman 147 institusi tersebut konteks penting dalam agenda CRISU-Indonesia. Setiap perguruan tinggi memiliki karakteristik, kapasitas, dan tingkat perkembangan yang berbeda. Karena itu, jejaring antarperguruan tinggi dipandang penting untuk memperluas pertukaran pengetahuan, pengalaman, teknologi, dan praktik baik.

“Misi utama CRISU-Indonesia (MRPTNI) adalah mengurangi disparitas mutu antarperguruan tinggi di Indonesia dengan mendorong kerja sama satu sama lain, sehingga dapat mendukung percepatan kemajuan dan peningkatan reputasi perguruan tinggi negeri Indonesia,” ujarnya.

Upaya tersebut didukung rekam jejak kolaborasi CRISU-Indonesia dengan jejaring internasional. Sejak 2023, CRISU-Indonesia telah berkolaborasi dalam pelaksanaan HEPCON dan EduTech Solution Summit melalui kerja sama program dengan MSW Global Indonesia. Kedua agenda tersebut secara rutin mempertemukan pengambil kebijakan perguruan tinggi dengan pengembang teknologi pembelajaran digital dari berbagai negara.

Dalam kegiatan kali ini, MRPTNI turut menghadirkan narasumber dari sejumlah perguruan tinggi negeri, antara lain ITS, ITB, UI, UGM, Unhas, UNAIR, dan IPB. Para akademisi dan pakar berbagi pengalaman mengenai perkembangan teknologi pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan perguruan tinggi.

Menurut Prof. JJ, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa jejaring internasional dapat dikembangkan dari ruang pertemuan dan berbagi pengetahuan menuju kerja sama yang lebih konkret. Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah kolaborasi riset dan pengembangan antara perguruan tinggi dengan industri teknologi pendidikan.

Editor: Bali Putra