BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) dalam membangun budaya integritas. Pimpinan unit kerja di lingkungan Unhas, harus mampu membentuk budaya baru dalam pelayanan publik, yaitu pelayanan prima, berkualitas, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.
Hal itu disampaikan JJ saat Kick Off pelaksanaan zona integritas 2026, Senin (02/02/2026).
“SDM kuat akan menentukan kualitas tata kelola dan keberhasilan zona integritas. Kami harus memastikan, setiap perencanaan dan program yang disusun benar-benar terimplementasi dengan baik dan berdampak pada peningkatan kualitas layanan publik,” kara JJ.
Kick off zona integritas dipimpin Sekretaris Unhas Sumbangan Baja, dihadiri seluruh unsur pimpinan unit kerja di lingkup Unhas, yaitu para dekan dan wakil dekan, kepala lembaga, diirektur, serta Tim Pelaksana Pembangunan Zona Integritas.
“Unhas merupakan salah satu perguruan tinggi dengan tingkat partisipasi fakultas yang tinggi dalam pelaksanaan Zona Integritas,” ujar Sumbangan Baja.
Sementara itu, TP-PTN Zona integritas Unhas, Ishaq Rahman, memaparkan perkembangan pembangunan zona integritas Unhas 2025, dan menguraikan strategi yang dipersiapkkan Unhas pada 2026.
“Tahun lalu, Kementerian Dikti Saintek mengusulkan lima fakultas dari seluruh PTN di Indonesia memperoleh predikat wilayah bebas korupsi atau WBK. Tiga diantaranya dari Unhas, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, dan Fakultas Kehutanan,” kata Ishaq.
Saat ini, Unhas intensif melakukan pembenahan dan perbaikan tata kelola dan layanan pada 20 unit kerja, yang terdiri dari 18 fakultas, dan dua rumah sakit.
Editor: Bali Putra









