PLN Tingkatkan Kapasitas Fasilitator Rumah BUMN melalui Program “Up Skilling” Berbasis KPI

319
Nurfadila, S.M., M.M., saat memberikan pembekalan terkait facilitating skill, komunikasi, dan problem solving. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus memperkuat peran Rumah BUMN sebagai motor penggerak pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Up Skilling Fasilitator Rumah BUMN.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan peran fasilitator, digitalisasi, pendampingan UMKM, serta manajemen program berbasis Key Performance Indicator (KPI).

Program Up Skilling dilaksanakan 18–20 Desember lalu di Golden Tulip Essential Hotel. Diikuti 13 fasilitator Rumah BUMN dari RB Majene, RB Muna, RB Muna Barat, dan RB Selayar. Para fasilitator tersebut saat ini mendampingi total 2.625 UMKM, yang terdiri dari RB Majene sebanyak 879 UMKM, RB Muna 615 UMKM, RB Muna Barat 555 UMKM, dan RB Selayar 576 UMKM.

Owner Rama Craft, Masjeng, mengaku sangat terbantu setelah bergabung sebagai UMKM binaan PLN sejak tahun 2021. Menurutnya, omzet usaha meningkat tiga kali lipat setelah mendapatkan berbagai dukungan dari PLN. POTO: ISTIMEWA

Pada hari pertama, peserta memperoleh pembekalan terkait facilitating skill, komunikasi, dan problem solving yang disampaikan Nurfadila, S.M., M.M. Materi kemudian dilanjutkan dengan pemahaman pengelolaan Rumah BUMN serta penerapan Key Performance Indicator (KPI) oleh Haidir Ali, guna memastikan program pendampingan UMKM berjalan terukur dan berdampak.

Hari kedua pelatihan diisi dengan materi pengantar audio visual, manajemen dan riset konten berbasis praktik yang disampaikan oleh Muh. Taufik D. Putra, sebagai upaya meningkatkan kualitas dokumentasi dan publikasi kegiatan Rumah BUMN. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi panduan dan perencanaan kerja tahun 2026 serta evaluasi fasilitator Rumah BUMN yang kembali disampaikan oleh Haidir Ali.

Pemahaman pengelolaan Rumah BUMN serta penerapan Key Performance Indicator (KPI) oleh dijelaskan oleh fasilitator, Haidir Ali. POTO: ISTIMEWA

General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah menjelaskan kegiatan Up Skilling bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme fasilitator Rumah BUMN agar mampu memberikan pendampingan UMKM yang efektif, adaptif, serta berdampak terhadap peningkatan kelas UMKM.

“Secara khusus, program ini diarahkan untuk menyelaraskan pemahaman peran dan fungsi fasilitator, memperkuat kemampuan coaching dan mentoring UMKM, meningkatkan pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, serta meningkatkan kualitas pelaporan dan dokumentasi kegiatan,” kata Edyansyah.

Ia optimis, melalui penguatan kompetensi fasilitator dan penerapan manajemen program berbasis KPI, Rumah BUMN dapat semakin optimal dalam mendorong UMKM binaan agar naik kelas, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.

*/Editor: Bali Putra