
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Meningkatnya tensi politik di Timur Tengah akibat perang Iran, tidak mempengaruhi penerbangan internasional di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Khususnya rute tujuan Madinah dan Jeddah.
Dua maskapai penerbangan, AirAsia dan Flayadeal tetap melakukan penerbangan sesuai jadwal, bahkan dengan jumlah penumpang yang relatif penuh.
Hal itu dikatakan General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai di sela-sela buka puasa bersama di Hotel Harper Perintis Makassar, Kamis (12/03/2026).
“Tidak ada pembatalan penerbangan internasional, termasuk ke wilayah Timur Tengah, tetap berjalan sesuai schedule flight (jadwal penerbangan). Memang tidak ada extraflight, namun penumpangnya penuh,” ujar Minggus.
Berbeda dengan penerbangan ke luar negeri yang tidak ada extraflight, penerbangan dalam negeri dipastikan meningkat signifikan selama periode musim lebaran 2026. Peningkatan penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, diperkirakan mencapai 557.229 penumpang selama periode angkutan lebaran 2026 atau meningkat 5,6 persen dibandingkan periode lebaran tahun lalu sebanyak 527.610 penumpang. Sementara itu, pergerakan pesawat diproyeksikan mencapai 3.954 pergerakan.
Menurut Minggus, puncak arus mudik diprediksi H-3 lebaran 18 Maret 2026 dengan proyeksi pergerakan penumpang sekitar 37.344 penumpang dalam satu hari. Sementara puncak arus balik diperkirakan H+6 lebaran, 28 Maret 2026 dengan jumlah penumpang diproyeksikan 39.225 orang.
“Untuk memastikan kelancaran operasional selama periode tersebut, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menyiagakan personel yang terdiri dari personel internal PT Angkasa Pura Indonesia serta dukungan unsur eksternal dari TNI, Polri, Otoritas Bandara, maskapai, ground handling, dan instansi terkait lain,” sebut Minggus.
Seluruh personel, bertugas mendukung pengawasan operasional penerbangan, pelayanan penumpang, serta pengamanan area bandara selama periode Angkutan Lebaran.
Kesiapan operasional juga diperkuat melalui optimalisasi fasilitas baik di sisi udara (airside) maupun sisi darat (landside). Pada sisi airside dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap runway, taxiway, apron, serta fasilitas keselamatan dan navigasi penerbangan guna memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi siap operasi.
Sementara pada sisi landside dilakukan penguatan layanan terminal melalui optimalisasi area check-in, ruang tunggu, area kedatangan, serta pengaturan alur pergerakan penumpang guna menjaga kenyamanan dan kelancaran proses perjalanan di bandara.
Bali Putra








