Pemerintah Perkuat Sinergi Hadapi Angkutan Lebaran 2026, Sulsel Simpul Strategis Transportasi KTI

62
Menhub Dudy Purwagandhi rapat bersama Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, unsur Forkopimda Sulsel, instansi vertikal, operator transportasi lintas moda, serta seluruh stakeholder terkait, termasuk Pelindo Regional 4 sebagai operator kepelabuhanan utama KTI, yang berlangsung di ruang rapat pimpinan lantai 2 Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/02/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pemerintah pusat bersama daerah dan pemangku kepentingan transportasi, memperkuat koordinasi nasional menghadapi penyelenggaraan angkutan lebaran 2026. Sulawesi Selatan (Sulsel) sendiri, menempati posisi sebagai simpul strategis transportasi Kawasan Timur Indonesia (KTI)

Langkah koordinasi diwujudkan melalui rapat bersama Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi dengan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan unsur Forkopimda Sulsel, instansi vertikal, operator transportasi lintas moda, serta seluruh stakeholder terkait, termasuk Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 4 sebagai operator kepelabuhanan utama KTI, di ruang rapat pimpinan lantai 2 Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (27/02/2026).

Rapat ini sebagai upaya pemerintah memastikan kesiapan sistem transportasi nasional menghadapi potensi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode mudik dan arus balik lebaran, sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik antarwilayah.

Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menegaskan, penyelenggaraan angkutan lebaran merupakan momentum penting menguji kesiapan ekosistem transportasi nasional, baik infrastruktur, keselamatan, maupun koordinasi lintas sektor.

Keberhasilan angkutan lebaran, menurutnya, tidak hanya diukur dari kelancaran arus penumpang, juga kemampuan seluruh pihak menjaga standar keselamatan dan pelayanan publik.

“Angkutan lebaran merupakan agenda nasional yang membutuhkan kolaborasi kuat pemerintah pusat, daerah, operator transportasi, serta aparat keamanan. Kita harus pastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Dudy.

Integrasi antarmoda transportasi menjadi fokus utama, terutama di wilayah dengan karakteristik kepulauan seperti Sulsel dan KTI.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, menyebutkan, posisi geografis Sulsel menjadikan daerah ini sebagai salah satu simpul utama pergerakan masyarakat dan logistik selama musim mudik Lebaran.

Karena itu, Pemprov Sulsel berkomitmen memperkuat sinergi lintas instansi untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta layanan transportasi berjalan optimal.

“Sulsel berperan strategis sebagai hub transportasi KTI. Koordinasi seperti ini sangat penting agar seluruh potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal dan pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal,” katanya.

Dia juga menekankan pentingnya kesiapan personel di lapangan serta penguatan sistem pengawasan untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.

Siap Layani Lonjakan Penumpang

Dari sektor transportasi laut, Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyatakan, Pelindo telah menyiapkan langkah operasional komprehensif guna mendukung kelancaran angkutan lebaran 2026.

Menurutnya, pelabuhan memiliki peran vital sebagai tulang punggung konektivitas wilayah kepulauan, sehingga kesiapan layanan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai fasilitas terminal penumpang hingga manajemen arus kendaraan dan kapal.

“Pelindo Regional 4 memastikan kesiapan operasional pelabuhan melalui peningkatan layanan, optimalisasi fasilitas, penguatan koordinasi dengan operator kapal, serta kesiapan personel di lapangan. Fokus kami , menghadirkan layanan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Yusida.

Seluruh pelabuhan di bawah pengelolaan Pelindo, telah dipersiapkan untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang maupun logistik selama periode angkutan lebaran.

Editor: Bali Putra