Pardas V-2026, Perkuat Kompetensi SDM Pariwisata Indonesia

84
Peserta Pardas V-2026 memperoleh pembelajaran komprehensif yang dipadukan dengan praktik lapangan sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengalaman. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, TAKALAR – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia bekerja sama Politeknik Pariwisata Makassar sukses menyelenggarakan Pelatihan Pariwisata Dasar (PardaS) Angkatan V-2026 yang berlangsung, 16–23 Juli 2026.

Ini merupakan upaya strategis meningkatkan kompetensi aparatur pariwisata guna mendukung terwujudnya pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan Pardas diawali pembelajaran daring, 16–17 Juli 2026. Dilanjutkan pelatihan luring di Kabupaten Takalar, 18–23 Juli 2026 dengan total 76 jam pelajaran (JP). Selama pelatihan, peserta memperoleh pembelajaran komprehensif yang dipadukan dengan praktik lapangan sebagai implementasi pembelajaran berbasis pengalaman.

Pembukaan pelatihan luring berlangsung di Hotel Pantai Galesong, Takalar. Pada kesempatan itu, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Herry Rachmat Widjaja, menegaskan pengembangan kapasitas aparatur merupakan fondasi utama membangun sektor pariwisata berkualitas.

“Pardas merupakan investasi penting membangun aparatur pariwisata yang kompeten, adaptif, dan profesional. Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh untuk memperkuat pengelolaan destinasi, meningkatkan kualitas pelayanan, serta mendorong pariwisata yang berdaya saing dan berkelanjutan di daerah masing-masing,” ujar Herry.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini Mohamad Paham, menyebutkan, penyelenggaraan Pardas merupakan upaya memperkuat fondasi pembangunan pariwisata nasional melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Tidak sekadar pelatihan, saat ini kita sedang menguatkan akar rumput program nasional pembangunan pariwisata Indonesia. Pardas adalah ruang pembelajaran yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, praktisi, dan aparatur daerah dalam satu tujuan besar,” ujar Martini.

Program ini diikuti aparatur pariwisata dari berbagai daerah di Indonesia dengan materi mencakup pengelolaan destinasi wisata, industri pariwisata, kelembagaan pariwisata, pengembangan sumber daya manusia, pemasaran pariwisata, serta ekonomi kreatif.

Kegiatan ini juga menghadirkan Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas Aparatur dan Pendidikan Vokasi Kementerian Pariwisata, Andar Danova, sebagai narasumber pada sesi Gambaran Umum Program Pelatihan.

Selain itu, dosen-dosen Politeknik Pariwisata Makassar turut menjadi fasilitator dalam berbagai materi sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari destinasi pariwisata, industri pariwisata, kelembagaan pariwisata, SDM pariwisata, pemasaran pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

Sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman, peserta melaksanakan studi lapangan ke Botanical Garden Denassa di Kabupaten Gowa, Pulau Sanrobengi/Pantai Bintang Galesong, serta Pantai Mangindara di Kabupaten Takalar. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengamati langsung praktik pengelolaan destinasi, mengidentifikasi potensi daerah, serta menggali berbagai inovasi yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.

Melalui sinergi Kementerian Pariwisata, Politeknik Pariwisata Makassar, dan Pemerintah Kabupaten Takalar, Pardas angkatan V-2026 diharapkan mampu melahirkan aparatur pariwisata yang profesional, adaptif, dan siap menjadi agen perubahan dalam pembangunan pariwisata di daerah.

Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan, para peserta diharapkan dapat berkontribusi dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Editor: Bali Putra