OJK Gelar Literasi Keuangan, Sasar Pelajar, Pelaku UMKM, dan Perempuan di Pasangkayu

62
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, PASANGKAYU – Kantor Otortas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) menggelar edukasi keuangan yang menyasar pelajar SMPN 1 Pasangkayu, pelaku UMKM, dan Perempuan di Pasangkayu, Sulawesi Barat.

Untuk melaksanakan kegiatan yang merupakan wujud implementasi program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan), OJK menggandeng Pemerintah Kabupaten Pasangkayu dan Sektor Jasa Keuangan. Ini juga sekaligus rangkaian road to Bulan Inklusi Keuangan.

Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin menyebutkan, di era digital saat ini, akses terhadap berbagai produk dan layanan keuangan semakin mudah dan dapat dijangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku UMKM, kaum perempuan, hingga pelajar.

Kemudahan tersebut harus diimbangi pemahaman dan literasi keuangan yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dan pengeluaran dengan baik, serta terhindar dari berbagai risiko dan praktik keuangan yang merugikan.

OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di masyarakat melalui berbagai program strategis, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM serta pembukaan rekening pelajar.

Diharapkan, upaya ini dapat membentuk masyarakat yang lebih cakap dalam mengelola keuangan sejak dini dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menghindari risiko keuangan dan membangun masa depan yang lebih sejahtera.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Pasangkayu, Suhardi mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan edukasi keuangan yang ditujukan bagi pelajar, pelaku UMKM dan Kaum Perempuan.

Menurutnya, kegiatan ini sangat berguna dalam memperluas wawasan terkait isu-isu keuangan, khususnya dalam mengenali dan mengantisipasi praktik keuangan ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan dan merata dilaksanakan di kabupaten Pasangkayu.

Kepala Sekolah SMP 1 Pasangkayu Asrianur juga menyampaikan, pelaksanaan kegiatan edukasi ekuangan dikalangan pelajar diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap generasi muda dalam memanfaatkan layanan keuangan terutama menghindari judi online yang tengah marak.

Editor: Bali Putra