
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pelabuhan Makassar terus berbenah, untuk meminimalisir image tidak baik yang selama ini terlanjur melekat pada Pelabuhan. Seperti kumuh, berdesak-desakan, toilet kotor, hingga ruang tunggu yang tidak nyaman.
Sejak Oktober 2025, sejumlah pembenahan fasilitas selesai dikerjakan sehingga dipastikan siap untuk menghadapi lonjakan arus penumpang pada musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Hal itu disampaikan General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, Sabtu (13/12/2025).
Iwan memaparkan berbagai fasilitas di pelabuhan sudah dipersiapkan dalam kondisi sangat baik. Dengan dua terminal berkapasitas total 3.500 orang, dipastikan mampu menampung tumpukan penumpang, termasuk saat kemungkinan adanya penundaan pemberangkatan kapal.
“Kami ada dua terminal, terminal I berkapasitas 2.500 orang dan terminal II, 1.000 orang. Kalaupun ada tumpukan penumpang yang melebihi kapasitas, kami sudah siapkan alternatif berupa pendirian tenda. Namun, pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami belum pernah sampai mendirikan tenda, karena terminal kami mampu menampung semua calon penumpang,” ujar Iwan.
Untuk memberi kenyamanan penumpang pelabuhan yang rata-rata dengan barang bawaan cukup banyak, juga disiapkan fasilitas travelator, kemudian troli barang, penunjuk arah yang lebih representatif layaknya di bandara, dan fasilitas lain.
“Ruang tunggu juga nyaman, karena selain AC, kami juga sudah menambahkan kipas angin. Ada juga khusu area merokok. Toilet pelabuhan yang selama ini dikeluhkan sangat kotor, tahun ini sudah kami persiapkan toilet yang bersih. Termasuk kelengkapan seperti bak air, shower, bahkan sabun cair. Hanya saja, khusus sabun sering hilang, bahkan sampai tempat-tempatnya,” sebut Iwan.
Di tengah upaya memperbaiki citra pelabuhan agar lebih baik, Iwan mengajak penumpang atau pengunjung pelabuhan bersama-sama menjaga kebersihan, kenyamanan dan keamanan.
“Meskipun tidak sama persis dengan bandara, tapi kami upayakan mengarah ke sana. Kondisi itu, sudah diakui Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi Yustitia Iqbal, dalam kunjungannya ke pelabuan beberapa waktu lalu,” tambah Iwan.
Sementara itu, secara umum, Pelindo Regional 4 siap menghadapi lonjakan aktivitas kepelabuhanan pada musim Nataru. Kesiapan ini sejalan dengan tren pertumbuhan arus penumpang, arus kapal, dan arus barang di sejumlah pelabuhan yang dikelola Pelindo Regional 4.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan Pelindo Regional 4 telah melakukan berbagai langkah antisipatif memastikan seluruh layanan kepelabuhanan berjalan optimal selama periode Nataru.
“Kami menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai kesiapan infrastruktur, fasilitas terminal penumpang, dermaga, hingga kesiapan SDM yang siaga 24 jam. Peningkatan arus penumpang, kapal, dan barang yang terjadi setiap Nataru menjadi perhatian utama kami agar pelayanan kepada masyarakat tetap aman, nyaman, dan lancar,” terang Abdul Azis.
Pelindo Regional 4 terus melakukan optimalisasi layanan terminal penumpang, pengaturan flow embarkasi dan debarkasi, peningkatan kebersihan dan kenyamanan terminal, serta penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk KSOP, operator kapal, aparat keamanan, dan instansi terkait lainnya.
Sementara Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyampaikan, arus penumpang pada Nataru kali ini diperkirakan mencapai 835.451 orang. Meningkat tajam dibandingkan 2024 dan 2023 yang masing-masing 788.246 orang dan 741.396 orang.
Data arus penumpang Nataru 2024, terdapat lima pelabuhan dengan pertumbuhan jumlah penumpang tertinggi di wilayah Pelindo Regional 4. Pelabuhan Ambon mencatat arus penumpang tertinggi dengan total 116.965 orang dan diproyeksikan meningkat menjadi 123.982 orang pada Nataru 2025.
Khusus Pelabuhan Makassar mencatat 90.697 orang dengan proyeksi 96.138 orang. Kemudian disusul Pelabuhan Parepare 78.527 orang dengan proyeksi 83.238 orang. Pelabuhan Balikpapan mencatat 72.132 orang dengan proyeksi 76.459 orang, serta Pelabuhan Manado dengan total 69.252 orang dengan proyeksi meningkat menjadi 73.407 orang.
Pertumbuhan arus penumpang itu menurut Yusida, dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat antarwilayah, optimalisasi layanan terminal penumpang, peningkatan frekuensi kapal penumpang, serta berbagai program peningkatan kualitas pelayanan yang telah dilakukan Pelindo Regional 4 di sejumlah pelabuhan kelolaan.
“Selain arus penumpang, arus kapal di wilayah Pelindo Regional 4 juga menunjukkan tren peningkatan positif,” ujarnya.
Berdasarkan data arus kapal Nataru 2024 dengan proyeksi kenaikan 2025, Pelabuhan Ternate dan Pelabuhan Manado menjadi dua pelabuhan dengan jumlah kunjungan kapal tertinggi, masing-masing 154 call dan 152 call. Pelabuhan Ambon menyusul dengan 116 call, diikuti Pelabuhan Makassar 84 call, serta Pelabuhan Parepare dengan 79 call.
Bali Putra








