Munafri Dukung Sensus Ekonomi 2026

124
Pencanangan sensus ekonomi 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri pencanangan Sensus Ekonomi 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (10/06/2026).

Kegiatan tersebut menandai dimulainya rangkaian Sensus Ekonomi 2026 secara nasional untuk menghimpun data menyeluruh mengenai kondisi dan aktivitas perekonomian Indonesia.

Munafri menegaskan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi fondasi utama penyusunan kebijakan pembangunan. Sangat penting untuk memetakan kondisi riil perekonomian masyarakat. Termasuk pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, hingga ekonomi digital.

Menurut Munafri, Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur membutuhkan data valid dan akurat untuk mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis bukti.

“Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi merupakan misi strategis nasional untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar didasarkan pada kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan,” jelasnya.

Partisipasi aktif masyarakat akan menentukan kualitas data yang dihasilkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, Sulawesi Selatan menjadi provinsi pertama yang melaksanakan pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di tingkat daerah.

Langkah tersebut menjadi momentum penting memulai rangkaian persiapan sensus guna memperoleh data lengkap mengenai kondisi perekonomian.

Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan ekonomi terbesar untuk menghasilkan data yang akurat, komprehensif, dan mutakhir mengenai berbagai aktivitas usaha di Indonesia.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, peningkatan investasi, penguatan UMKM, serta pengembangan sektor ekonomi baru yang terus tumbuh.

Editor: Bali Putra