Munafri Dorong Event Besar di Makassar harus Dirasakan Dampak Ekonominya oleh Masyarakat

119
Wali Kota Makassar, Munafri Ariffudin saat menjadi pembicara pada Diskusi Panel dalam rangkaian Makassar Leadership Summit 2026 di Claro Hotel, Kamis, 08 Oktober 2026. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menekankan pentingnya setiap event berskala besar yang digelar di Kota Makassar mampu memberikan dampak ekonomi secara masif bagi masyarakat.

Kehadiran ribuan peserta dari luar daerah bukan sekadar meningkatkan aktivitas sebuah acara, namun harus menciptakan efek berantai bagi sektor pariwisata, perhotelan, UMKM, kuliner hingga perdagangan lokal.

Hal itu disampaikan Munafri saat menjadi pembicara dalam forum Diskusi Panel dalam rangkaian Makassar Leadership Summit 2026 di Claro Hotel, Kamis, 08 Oktober 2026.

Menurut Munafri, penyelenggaraan event besar merupakan salah satu instrumen yang dapat mendorong perputaran ekonomi daerah apabila dikelola dengan baik.

Lonjakan jumlah pengunjung, secara otomatis dapat meningkatkan tingkat hunian hotel dan penginapan di sekitar lokasi kegiatan. Namun, efek ekonomi tersebut tidak boleh berhenti pada sektor perhotelan.

“Perputaran uang juga harus masuk ke pelaku UMKM, usaha kuliner, transportasi, perdagangan, ekonomi kreatif, hingga masyarakat,” sebutnya.

Makassar saat ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang cukup kuat. Pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Makassar berada di angka 6,61 persen dan kemudian meningkat menjadi 7,04 persen. Namun, menurutnya, angka pertumbuhan tersebut tidak boleh hanya menjadi capaian statistik.

Ia juga mencontohkan bagaimana kebijakan sederhana pemerintah dapat menciptakan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui penggunaan batik Lontara sebagai pakaian kerja aparatur Pemerintah Kota Makassar setiap Kamis.

Selain sektor ekonomi, Munafri juga memaparkan sejumlah transformasi yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Makassar untuk memperkuat pelayanan publik. Pemerintah terus membangun dan merevitalisasi berbagai infrastruktur serta ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Ruang publik tersebut dihadirkan agar masyarakat memiliki tempat untuk beraktivitas dan mengikuti berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah tanpa dibebani biaya,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot Makassar juga terus mendorong transformasi digital melalui Lontara Apps. Platform tersebut mengintegrasikan ratusan aplikasi yang sebelumnya berjalan secara terpisah ke dalam satu ekosistem layanan digital.

Melalui platform tersebut, pemerintah dapat menerima pengaduan masyarakat sekaligus membangun interaksi yang lebih mudah antara pemerintah dan warga.

Editor: Bali Putra