Kenaikan Harga Barang Picu Peningkatan Inflasi Sulsel Enam Bulan Kedepan

41
Advisor BI Sulsel, Firman Hidayat (Tengah) saat memaparkan perkembangan survei terkini, khususnya terhadap kinerja penjualan ritel (SPE), di House of Rewako Makassar, Jumat (20/02/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Tekanan inflasi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada periode tiga bulan ke depan (Maret 2026) diperkirakan meningkat, tercermin dari pergerakan Indeks Ekspektasi Harga (IEH) Umum yang meningkat didorong ekspektasi kenaikan harga pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan Advisor Kantor Perwakilan BI Sulsel, Firman Hidayat saat memaparkan perkembangan survei terkini, khususnya terhadap kinerja penjualan ritel (SPE), di House of Rewako Makassar, Jumat (20/02/2026).

Bahkan, Firman mengatakan, hasil survei memperkiraan harga pada enam bulan mendatang (Juni 2026), juga meningkat didorong adanya ekspektasi kenaikan harga menjelang tahun ajaran baru.

Menurut Firman, secara umum hasil SPE mengindikasikan bahwa kinerja penjualan ritel pada Januari 2026 tetap tumbuh. Tercermin dari indek penjualan riil (IPR) yang diperkirakan meningkat sebesar 2,6 persen (yoy), terutama didorong akselerasi pertumbuhan pada kelompok makanan, minuman dan tembakau, kelompok sandang, serta kelompok peralatan informasi dan komunikasi.

“Namun demikian, secara bulanan kinerja penjualan eceran diperkirakan mengalami kontraksi -2,3 persen (mtm), sejalan dengan normalisasi permintaan masyarakat pascaperiode puncak HBKN Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Perkembangan ini, menurut Firman, mencerminkan pola musiman konsumsi masyarakat yang kembali normal setelah peningkatan konsumsi pada akhir tahun.

Sementara itu, hasil survei konsumen Januari 2026 mengindikasikan bahwa Tingkat keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga. Tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang berada pada zona optimis (lebih dari 100), meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan masih terjaganya optimisme konsumen terhadap ekonomi saat ini. Utamanya pada aspek penghasilan, serta optimism terhadap prospek ekonomi 6 bulan mendatang. “Utamanya, pada aspek ketersediaan lapangan pekerjaan,” sebut Firman.

Bali Putra