JEC ORBITA Gelar Bakti Sosial Operasi Strabismus

42
JEC ORBITA menargetkan 5 pasien strabismus dan 25 pasien katarak menerima tindakan operasi tahun ini. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Bagi sebagian orang, mata juling bukan hanya persoalan penglihatan. Kondisi ini kerap membawa beban emosional tak ringan, mulai rasa minder, kesulitan berinteraksi, hingga stigma sosial.

Melihat realitas tersebut, JEC ORBITA menghadirkan harapan baru melalui program perdana bakti sosial operasi strabismus (mata juling) gratis, bertepatan dengan peringatan HUT ke-25 JEC ORBITA.

Program yang dipusatkan di RS Mata JEC ORBITA Makassar, menargetkan 5 pasien untuk mendapatkan tindakan operasi korektif tanpa biaya, sekaligus membuka peluang mereka menjalani hidup dengan lebih percaya diri.

“Strabismus bukan hanya berdampak pada penglihatan, juga kepercayaan diri pasien akibat stigma di masyarakat,” ujar Dokter Subspesialis Strabismus JEC ORBITA Makassar, dr. Vita Rahayu, Sp.M, Kamis (12/02/2026).

Padahal menurut dr. Vita, kondisi tersebut dapat ditangani, dan operasi korektif yang terbukti mampu meningkatkan fungsi visual sekaligus kualitas hidup.

“Dengan penanganan yang tepat, kami berharap pasien dapat kembali melihat dengan baik dan menjalani aktivitas dengan lebih percaya diri,” tambahnya.

Secara medis, strabismus terjadi ketika kedua mata tidak dapat bergerak selaras akibat gangguan koordinasi otak, otot, dan saraf penggerak bola mata. Dampaknya tidak berhenti pada penglihatan ganda maupun kualitas binocular (dalam banyak kasus), kondisi ini juga memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Data global memperkirakan hampir 148 juta orang hidup dengan strabismus. Sejumlah studi bahkan menunjukkan, penderita memiliki risiko lebih tinggi mengalami kecemasan sosial karena kesulitan mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi. Kabar baiknya, operasi strabismus terbukti mampu memberikan perubahan signifikan.

Selain menghadirkan bakti sosial operasi mata juling untuk pertama kalinya, JEC ORBITA turut melanjutkan komitmen melalui program bakti sosial operasi katarak yang telah menjadi agenda berkelanjutan.

Sejak berdiri, lebih dari 1.000 pasien telah merasakan manfaat program ini dan memperoleh kembali penglihatan mereka, sebagai wujud nyata dedikasi JEC ORBITA dalam memperluas akses layanan kesehatan mata bagi masyarakat.

“Pada tahun ini, kami menargetkan 30 penerima manfaat yang terdiri dari 25 pasien katarak dan 5 pasien strabismus. Seluruh peserta telah melalui tahapan skrining ketat serta pemeriksaan medis menyeluruh untuk memastikan mereka berada dalam kondisi optimal sebelum menjalani operasi. Kami ingin setiap tindakan yang dilakukan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pasien,” timpal Ketua Panitia HUT ke-25 JEC ORBITA, dr. Sultan Hasanuddin, Sp.M.

Tidak berhenti pada tindakan medis, pasien juga akan mendapatkan pendampingan pascaoperasi hingga masa pemulihan tanpa biaya.

Editor: Bali Putra