Harper Gelar Ngabuburit Seru, dari “Live Podcast” hingga “Cooking Battle”  

47
Podcast Talkshow dalam rangkaian "Ngabuburit Seru di Hotel Harper Perintis Makassar, Rabu (11/03/2026). Pada sesi I ini, menghadirkan dua narasumber, GM Hotel Harper, Marlina Bustami dan Regional GM Archipelago Internasional, Arya Pering Arimbawa. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Hotel Harper Perintis Makassar menghadirkan nuansa berbeda, Rabu (11/03/2026). Menunggu waktu berbuka puasa, Hotel Harper mengajak para tamu dan masyarakat “Ngabuburit Seru” dengan obrolan Podcast seputar “Human and Digital” hingga cooking battle. Menariknya, aktifitas santai namun berisi ini disiarkan live melalui media sosial.

Podcast talkshow, menghadirkan enam narasumber yang dibagi dalam tiga sesi. Pertama, menghadirkan General Manager Hotel Harper Perintis Makassar, Marlina Bustami dan Regional General Manager Archipelago Internasional, Arya Pering Arimbawa.

Pada sesi pertama ini, obrola banyak mengulas tentang human and digital yang dikaitkan dengan dunia perhotel saat ini dan ke depan.

Pada sesi kedua, menghadirkan Kapolsek Biringkanaya, AKP Andik Wahyu Cahyono dan Camat Biringkanaya, Maharuddin, S.Sos., MM dengan orbolan yang banyak mengulas, human and digital, kaitannya dengan menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kantibmas).

Sesi ketiga, menghadirkan Kepala Balai Rehabilitasi BNN Baddoka, dr. Iman Firmansyah, Sp. KJ., SH dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Makassar, Muhammad Roem. Sesi ini, mengulas human and digital kaitannya dengan instansi pemerintahan dan pelayanan rehabilitasi BNN Baddoka.

Lebih menarik lagi, kedua narasumber sesi III, mendadak menjadi chef dan terlibat dalam cooking battle yang juga disiarkan live.

“Intinya, kami ingin menghadirkan keseruan. Sesuatu yang berbeda untuk ngabuburit hari ini,” ungkap General Manager Hotel Harper Perintis Makassar, Marlina Bustami.

Dikatakan, sejak awal Ramadan, pengunjung yang berbuka puasa ke Hotel Harper Perintis Makassar selalu penuh setiap harinya.

“Bahkan ada yang harus reservasi ulang untuk satu atau beberapa hari ke depannya, karena quota di hari tersebut penuh,” ujar Marlina.

Hal tersebut, menurutnya, tentu tidak terlepas dari peranan perkembangan digital. Di mana, masyarakat bisa dengan mudah melakukan reservasi, tanpa harus hadir langsung di hotel.

“Perkembangan digital sangat membantu kami di dunia perhotelan, terutama berkaitan dengan kecepatan layanan, kecepatan informasi dan lainnya. Namun, perkembangan digital juga bisa berdampak tidak baik, jika tidak diimbangi dengan pelayanan yang prima. Jika pelanggan kecewa, akan mudah memberi review negative di medsos. Itu yang harus sedapat mungkin kami dengan pelayan terbaik kami,” tambah Marlina.

Hanya saja, dunia perhotelan yang notabena pelayanan dan jasa, tidak bisa seratus persen menggunakan teknologi. Melainkan, masih sangat mebutuhkan sentuhan humanis dari manusia.

Bali Putra