BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Di tengah masa pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kendari mengintensifkan edukasi kesadaran dan kepatuhan masyarakat akan perpajakan
melalui pendekatan humanis, melibatkan tokoh agama.
Salah satunya, berkolaborasi dengan tokoh agama dalam “Pekan Panutan” di Gereja Katolik Paroki Santo Clemens Mandonga, Kendari, Su;awesi Tenggara.
Edukasi dan pendekatan dikemas dalam bentuk pembuatan video imbauan pelaporan SPT Tahunan, kemudian disebarluaskan melalui media digital. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau wajib pajak lebih luas.
Tokoh agama Katolik, RD Stephanus Chandra, menyebutkan, kepatuhan pajak sejalan dengan nilai moral dalam kehidupan beriman.
“Proses pelaporan SPT Tahunan kini semakin mudah melalui sistem Coretax DJP yang modern dan terintegrasi. Selain itu, pemerintah memberikan relaksasi batas waktu pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Orang Pribadi hingga 30 April 2026. Mari manfaatkan kemudahan ini dengan baik. Jangan menunda, karena kepatuhan kita adalah kontribusi nyata bagi kepentingan bersama,” ajak RD Stephanus Chandra dalam video imbauan yang dibuat.
Kepala KPP Pratama Kendari, Calvin Octo Pangaribuan menyebutkan, pelibatan tokoh agama merupakan strategi membangun kesadaran pajak yang lebih luas dan berkelanjutan. Menurutnya, tokoh agama, berperan penting menyampaikan pesan yang tidak hanya informatif, juga menyentuh nilai dan kesadaran kolektif masyarakat.
“Pendekatan ini mencerminkan komitmen Direktorat Jenderal Pajak dalam memperkuat kepercayaan publik, tidak hanya melalui transformasi digital layanan perpajakan, juga melalui komunikasi yang inklusif dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat. Pajak tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, juga bentuk partisipasi aktif warga negara dalam membiayai pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan bersama,” jelasnya.
Editor: Bali Putra









