BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pagelaran Seni & Budaya 2026 secara resmi akan dibuka di Benteng Rotterdam Makassar, Jumat (10/04/2026) sore ini.
Untuk maksimal dan tertibnya seluruh rangkaian kegiatan, Dinas Kebudayaan Kota Makassar memberlakukan sejumlah ketentuan yang wajib dipatuhi pengunjung.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk me njadi pengunjung yang cerdas dengan tetap menjaga kebersihan dan kelestarian cagar budaya,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar, Andi Patiware, Jumat (10/04/2026) pagi.

Beberapa hal yang boleh dilakukan pengunjung selama berada di area kegiatan, diantaranya wajib membuang sampah pada tempatnya, mengenakan outfit yang nyaman, membawa jas hujan untuk berjaga-jaga jika sewaktu-waktu turun hujan, menggunakan kendaraan umum untuk menuju Lokasi, dan membawa perlengkapan sholat.
Sedangkan yang tidak boleh dilakukan pengunjung, diantaranya, tidak diperkenankan membawa makanan dan minuman dari luar, tidak diperkanankan membawa senjata tajam/senjata api, tidak diperkanankan membawa obat-obatan terlarang, tidak diperkenankan membawa alcohol dan zat aditif, tidak diperkenankan membawa flare atau peralatan yang mudah terbakar, serta tidak diperkenankan membawa hewan peliharaan.

“Ketentuan ini kami buat agar pengalaman pengunjung selama menikmati berbagai pagelaran makin maksimal dan tetap tertib,” sebutnya.
Berbagai rangkaian pertunjukan dan pameran seni budaya, bakal berlangsung tiga hari penuh, 10 – 12 April 2026. Dinas Kebudayaan Makassar menyiapkan sejumlah talenta pilihan untuk memeriahkan panggung budaya Makassar dengan semangat seni, kreativitas, dan keberagaman dalam satu perayaan yang istimewa, diantaranya Ilham Pamaru, Natinson, Kelong Sound System, dan Lentera Art Makassar.

Untuk sore ini, kegiatan dibuka mulai pukul 16.00 Wita dan berakhir pukul 22.32 Wita diantaranya untuk di Main Stage dengan Akbalanja, workshop tarian SMP, opening ceremony yang dijadwalkan mulai pukul 19.00 Wita, dan ditutup dengan arkelong budaya-kelong sound system.
Sedangkan di mini stage yang juga berlangsung secara simultan, ada assibuntuluk komunitas (live mural, live tenun, pameran sepeda tua), dan workshop tarian SD.
*/Bali Putra









