
BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pertumbuhan simpanan masyarakat dengan nominal kecil dan menengah pada perbankan di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) per Nopember 2025, mengalami pelemahan. Kondisi ini, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan melambatnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Prayitno Amigoro, mengatakan hal itu di Makassar, Kamis (22/01/2026).
Berbeda dengan nominal kecil dan menengah, simpanan dana nasabah besar tercatat masih ekspansif.
Data LPS menunjukkan, secara tahunan (yoy) DPK perbankan di Sulsel tumbuh 5,01 persen. Sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan DPK nasional di kisaran 5,04 persen yoy.
“Pertumbuhan DPK perbankan di Sulsel, didorong pertumbuhan DPK swasta dan simpanan di atas Rp2 miliar,” ujar Prayitno.
Simpanan perorangan menjadi kontributor utama pertumbuhan DPK perbankan di Sulsel menurut golongan nasabah, dengan pertumbuhan mencapai 19,52 persen yoy. Kemudian simpanan pemerintah 4,45 persen yoy, dan simpanan sektor swasta 3,26 persen yoy.
Jika dilihat berdasarkan tiering nominal, simpanan dengan nilai di atas Rp2 miliar tumbuh paling tinggi, sekitar 21,43 persen yoy. Simpanan dengan nominal Rp100 juta hingga Rp2 miliar tumbuh 5,30 persen yoy, dan simpanan hingga Rp100 juta tumbuh sekitar 2,74 persen yoy.
Secara wilayah, DPK perbankan di Sulsel masih terkonsentrasi di Kota Makassar, yang menyumbang sekitar 55,48 persen dari total simpanan perbankan Sulsel. Namun demikian, pertumbuhan DPK di Makassar tercatat melambat dibandingkan tahun sebelumnya. Per Desember 2025, DPK perbankan di Makassar sekitar Rp76,90 triliun, dengan pertumbuhan 2,71 persen yoy dan 5,02 persen year to date (ytd). Menurun dibandingkan pertumbuhan secara tahunan pada 2024 yang mencapai 8,78 persen.
Berbeda dengan Makassar, beberapa kabupaten lain di Sulsel justeru mencatat pertumbuhan simpanan yang lebih tinggi. Salah satunya Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur dengan pertumbuhan masing-masing 54,10 persen dan 50,17 persen.
“Peningkatan terjadi seiring meningkatnya realisasi investasi di Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur. Ini juga indikasi terjadinya pergeseran aktivitas ekonomi dan investasi dan sinyal pemerataan pertumbuhan ekonomi di Sulsel. Namun, tak bisa dipungkiri, ketergantungan terhadap Makassar sebagai pusat simpanan perbankan masih relatif tinggi,” sebut Prayitno.
Bali Putra








