BI Ajak Masyarakat Berbelanja Secara Bijak dan tidak Berlebihan Jelang Ramadan

188
Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Sulsel, Aswin Gantina saat memaparkan secara singkat kondisi iklim dan pertumbuhan ekonomi Sulsel pada kegiatan Silaturahmi BI dan Media bertema “Satu Narasi, Sejuta Literasi untuk Ekonomi Sulsel yang Mandiri”, Rabu (14/01/2026). POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (BI Sulsel) mengajak masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak berlebihan saat menjelang dan selama Ramadan. Pasalnya, cara berbelanja masyarakat dapat mempengaruhi naik turunnya harga yang tentunya berimbas pada inflasi daerah.

Secara tahunan di 2025, inflasi Sulsel sebesar 2,84 persen atau berada di bawah rata-rata nasional. Sedangkan pertumbuhan ekonomi, secara pastinya baru akan diumumkan BI Sulsel Februari mendatang.

Hal itu disampaikan Kepala Divisi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah (KEKDA) BI Sulsel, Aswin Gantina disela-sela kegiatan Silaturahmi BI dan Media bertema “Satu Narasi, Sejuta Literasi untuk Ekonomi Sulsel yang Mandiri”, Rabu (14/01/2026).

“Kegiatan perekonomian Sulsel selama 2025, sangat kondusif dan positif. Inflasi year on year atau secara tahunan 2,84 persen di bawah rata-rata nasional. Untuk pertumbuhannya, tunggu Februari 2026 akan dimumkan, dan mudah-mudahan juga lebih baik dari nasional,” ujar Aswin.

Ia mengajak media dan semua pihak terus berkolaborasi mendukung ikim dan pertumbuhan ekonomi Sulsel yang lebih kondusif, khususnya di 2026. Juga mendorong peningkatan pemahaman atau literasi masyarakat terhadap berbagai kebijakan Bank Indonesia, pemahaman terhadap isu-isu ekonomi, seperti inflasi, sistem pembayaran digital, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang notabena mempengaruhi kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan ekonomi sehari-hari.

Bank Indonesia menilai media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara kebijakan ekonomi dan masyarakat. Informasi mengenai stabilitas sistem keuangan, pengendalian inflasi, hingga program pengembangan ekonomi daerah dinilai perlu disampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami agar berdampak nyata bagi publik.

Menurut Aswin yang juga membawahi Bagian Kehumasan BI Sulsel, literasi ekonomi merupakan fondasi penting membangun kemandirian ekonomi daerah. Media, katanya, berperan besar membentuk pemahaman masyarakat menyebarkan informasi ekonomi yang tidak hanya informatif, juga edukatif.

Bali Putra