
BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros mulai memberlakukan “extra flight” sejak, Rabu (17/12/2025). Menyusul terjadinya peningkatan arus penumpang jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), di samping juga bertepatan dengan musim libur sekolah.
Hal itu disampaikan General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai di sela-sela pemantauan kesiapan Bandara Sultan Hasanuddin menjelang Nataru, Kamis (18/12/2025).
“Tanda-tanda peningkatan arus penumpang sudah terasa. Selain menjelang Nataru, ini juga bersamaan dengan libur sekolah, di mana masyarakat Sulsel banyak yang memanfaatkannya untuk Umroh. Kami bahkan sudah memberlakukan “extra flight” mulai, Rabu, 17 Desember 2025. Dua flight Garuda tujuan Makassar-Jakarta dan satu flight Sriwijaya tujuan Makassar-Timika,” ujar Minggus Gandeguai yang saat itu didampingi Humas Angkasa Pura I Makassar, Taufan Yudhistira.

Ia menyebutkan, rute paling ramai adalah Makassar tujuan Jakarta, kemudian Surabaya, dan Kendari.
Berkaitan dengan Nataru, Minggus mengatakan pihaknya sudah melaksanakan posko sejak Senin, 15 Desember 2025 dan akan berakhir 04 Januari 2026 atau sekitar 21 hari. Hal ini dilakukan, sebagai bagian komitmen Angkasa Pura Indonesia yang benar-benar hadir dalam suatu pelayanan kepada penumpang pada momen-momen krusial. Utamanya momen Natal dan Tahun Baru oleh umat Nasrani yang rata-rata dari Indonesia Timur
“Bandara Internasional Sultan Hasanuddin merupakan bandara transit, yang menghubungkan Indonesia Timur dengan Indonesia Barat. Oleh karenanya, menyambut Nataru ini, kami tentu melakukan berbagai persiapan agar dapat memberi pelayanan maksimal untuk penumpang,” katanya.
Minggus memprediksi, puncak arus keberangkatan di Bandara Sultan Hasanuddin akan terjadi, Minggu, 21 Desember 2025 yang diperkirakan mencapai 38 ribu, dari kondisi normal sekitar 27 ribu hingga 30 ribu per hari. “Angka itu, meningkat 4 persen dibanding peride Nataru tahun lalu,” katanya.
Sementara itu, puncak kedatangan diperkirakan terjadi pada Minggu, 04 Januari 2026 dengan prediksi mencapai 30 ribu penumpang.
“Dengan melihat angka-angka seperti ini, kami tentu menyiapkan seluruh sumber daya manusia (SDM) atau personel yang ada di bandara, termasuk kami siapkan juga pengamanan bekerjasama dengan stakeholder bandara, mulai TNI/Polri, Kesehatan, SAR, dan lainnya. Apalagi, informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca, tentunya ini menjadi hal yang kami upayakan agar tetap mampu memberi pelayanan terbaik,” tambahnya
Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang awalnya berkapasitas 7-9 juta, saat ini sudah semakin luas dengan kapasitas 15 juta penumpang. Hingga akhir 2025, diperkirakan total jumlah penumpang yang dilayani di Bandara ini sekitar 9.500 penumpang, sehingga masih cukup aman.
Menjelang Nataru, Bandara ini sudah mulai dihiasi berbagai ornamen Natal, seperti pohon Natal. Begitu juga petugas Bandara,mereka bertugas dengan mengenakan berbagai aksesoris Natal di kepala.
Bali Putra








