Antisipasi Kemarau Panjang, Damkarmat Makassar Siagakan Tujuh Posko dan 60 Armada

77
Damkarmat Kota Makassar mulai bersiap untuk menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan pertengahan tahun ini. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kemarau Panjang, dengan menyiapkan tujuh posko dan 60 armada.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino atau kemarau ekstrim yang diprediksi terjadi pertengahan tahun ini, berpotensi lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang memicu potensi meningkatnya risiko kebakaran dan krisis air bersih di sejumlah wilayah.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Makassar, Fadli Wellang, menyebutkan, langkah antisipatif dengan mengaktifkan tujuh posko siaga dilakukan dengan menyebar di sejumlah titik strategis.

“Ada dua hal yang menjadi fokus utama kami selama musim kemarau, potensi kebakaran dan kekeringan,” ujar Fadli, Jumat (17/04/2026).

Ia menambahkan, posko siaga dibentuk untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat. Posko-posko itu, satu titik merupakan posko induk (Mako) yang berlokasi di Jalan Ratulangi, dan posko pendukung lain berada di kawasan Akarena, Ujung Tanah, KIMA, Tamalanrea, Todopuli, dan Manggala.

Selain kesiapsiagaan dalam penanganan kebakaran, Damkarmat juga mengambil peran membantu distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

Dengan mendukung layanan Perusahaan Daerah Air Minum, pihaknya melakukan backup penyaluran air bersih menggunakan armada yang tersedia.  Seluruh armada dimaksimalkan mendukung pelayanan masyarakat.

Fadli mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di lahan kosong yang ditumbuhi rumput kering, yang notabena sangat mudah terbakar.

Peran aktif pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW sangat penting dalam melakukan pengawasan terhadap area rawan kebakaran, sebagai langkah pencegahan dini.

Di sisi lain, Damkarmat Makassar juga menyoroti kebutuhan penguatan sarana dan prasarana seiring perkembangan kota dan kompleksitas penanganan kebakaran yang semakin tinggi.

“Penanganan kebakaran saat ini semakin kompleks, termasuk munculnya kasus kebakaran baterai kendaraan listrik yang membutuhkan alat khusus seperti fire blanket, yang saat ini belum tersedia,” ungkapnya.

Selain itu, Damkarmat juga membutuhkan armada khusus untuk penanganan kebakaran di wilayah perairan, seperti speedboat atau fireboat.

Saat ini, fasilitas yang tersedia masih terbatas pada perahu karet. Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat meminimalisir risiko bencana selama musim kemarau.

Editor: Bali Putra