AirAsia Buka Rute Domestik di Bandara Sultan Hasanuddin, 7 Maret Mendatang

87
Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia bakal mengoperasikan rute domestik melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 7 Maret mendatang. POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia bakal mengoperasikan rute domestik melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, 7 Maret mendatang.

Rute domestik yang direncanakan meliputi penerbangan langsung Makassar – Surabaya, Makassar – Palu, Makassar – Luwuk dan Makassar – Kendari. Penerbangan tersebut akan beroperasi setiap hari.

General Manager Bandara Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai Rencana pengoperasian rute domestic, tentu menambah jumlah pilihan maskapai bagi masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).

Sampai saat ini, di Bandara Sultan Hasanuddin, Indonesia AirAsia hanya melayani rute penerbangan internasional yaitu Makassar – Kuala Lumpur.

“Ini merupakan hal baik, mengakomodir kebutuhan masyarakat untuk bepergian, serta membuka konektivitas melalui Bandara Sultan Hasanuddin sebagai Bandara HUB Indonesia Timur,” ujar Minggus, Selasa (27/01/2026).

Menurutnya, Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola Bandara Sultan Hasanuddin menyambut baik dan siap mendukung kelancaran operasional penerbangan ini.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman menyebutkan, hadirnya layanan penerbangan domestik Indonesia AirAsia di Bandara Sultan Hasanuddin diharapkan dapat melengkapi kebutuhan perjalanan udara masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Makassar, katanya, diposisikan sebagai titik penghubung penting yang memungkinkan perjalanan antar kota menjadi lebih efisien, baik menuju Surabaya maupun ke berbagai destinasi di Sulawesi.

“Pengembangan rute ini merupakan bagian dari penguatan jaringan penerbangan domestik Indonesia AirAsia dengan memanfaatkan Makassar (UPG) sebagai salah satu virtual hub,” sebut Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Captain Achmad Sadikin Abdurachman.

Editor: Bali Putra