OJK Pastikan Tegas terhadap Praktik Manipulatif di Pasar Modal Indonesia

63
Tangkapan layar, Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan, Edi Manindo Harahap saat memberikan sambutan pada pembukaan CMSE 2026 di Main Hall BEI di Jakarta, Kamis, 05 Nopember 2026.

 

BISNISSULAWESI.COM, MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan tidak ada lagi ruang manipulatif di Pasar Modal Indonesia. Juga memastikan OJK senantiasa hadir untuk melindungi kepentingan investor, menjaga integritas pasar modal, serta memastikan seluruh investor memiliki kesempatan berinvestasi dengan aman dan terlindungi.

Hal tersebut disampaikan Deputi Komisioner Perizinan dan Pengawasan Pengelolaan Investasi Pasar Modal dan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan, Edi Manindo Harahap saat membuka Capital Market Summit and Expo (CMSE) 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Kamis, 05 Nopember 2026.

Edi Manindo mengatakan, 2026 harus diakui sebagai tahun ujian berat bagi ketahanan pasar modal Indonesia. Mulai dampak kondisi volatilitas ekonomi global, eskalasi tensi geopolitik, serta dinamika penilaian dari global indeks, yang tentunya memberi tekanan pada pasar domestik.

“Namun, ditengah ujian tersebut, ada hal membanggakan yakni kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal,” ujar Edi Manindo.

Dikatakan, kepercayaan masyarakat itu merupakan amanah yang harus dijaga bersama.

Edi Manindo menambahkan, terjaganya kepercayaan masyarakat tercermin dari pertumbuhan jumlah investor pasar modal. Hingga Oktober 2026, tercatat 33,36 juta Single Investor Identification (SID). Ada penambahan sebanyak 13 juta investor atau tumbuh 63,94 persen untuk 2026 saja. Pertumbuhan didominasi generasi muda dan ini merupakan pertumbuhan tertinggi sepanjang sejarah pascadibukanya kembali pasar modal Indonesia.

Dari sisi inklusi juga tergolong merata di seluruh Indonesia. Sejumlah pulau, seperti Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat, bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi, mencerminkan bahwa pasar modal kita adalah milik seluruh rakyat Indonesia.

Selain itu, fungsi pasar modal sebagai sumber pendanaan pembangunan juga terus terjaga. Hingga 30 Oktober 2026, nilai penawaran umum sudah mencapai Rp202,04 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp200 triliun. Jumlah Perusahaan tercatat juga bertumbuh mencapai 962 perusahaan.

“Data-data tersebut menunjukkan besarnya kepercayaan masyarakat, dan merupakan amanah yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Dari sisi penegakkan hukum, Edi menyebutkan, sepanjang 2026 OJK telah mengenakan sanksi kepada 959 pihak dengan total denda Rp2,56 triliun.

“OJK memastikan tidak ada lagi ruang bagi praktik manipulatif di Pasar Modal Indonesia. Sekaligus menjadi sinyal bahwa OJK senantiasa hadir untuk melindungi kepentingan investor, menjaga integritas pasar modal, serta memastikan seluruh investor memiliki kesempatan berinvestasi dengan aman dan terlindungi,” sebutnya.

Sementara itu, CMSE kembali digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) lain yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Main Hall BEI di Jakarta, 5-7 Nopember 2026.

CMSE 2026 mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Peluang Masa Depan”, yang mencerminkan semangat inklusivitas, keterbukaan akses, dan perluasan manfaat pasar modal bagi seluruh lapisan masyarakat.

CMSE 2026 juga digelar dalam rangka memeriahkan Bulan Inklusi Keuangan dan sebagai salah satu rangkaian peringatan 49 Tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. CMSE 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan mulai seremoni, seminar, awarding, talkshow edukatif, serta pameran produk dan layanan pasar modal. Setidaknya, ada 88 booth dengan 104 tenant yang ikut memeriahkan event tahunan ini.

“Acara ini merupakan ajang untuk berbagi, berdiskusi, berinteraksi dengan sesaae investor atau calon investor. Tujuannya mengedukasi calon investor dan investor, memperluas interaksi dengan perusahaan tercatat, perusahaan efek, regulator, social media influencer, dan komunitas pasar modal, serta mempermudah akses terhadap informasi dan layanan pasar modal,” ungkap Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.

Selama tiga hari penyelenggaraan, pengunjung dapat mengikuti berbagai seminar, talk show, dan podcast inspiratif. Selain itu, pengunjung CMSE 2025 juga dapat mengunjungi photobooth interaktif, mengikuti berbagai games edukatif, serta berkesempatan memenangkan doorprize dan grand prize.

Seperti tahun lalu, CMSE 2026 juga menghadirkan booth UMKM yang menawarkan berbagai produk unggulan lokal sebagai bagian dari dukungan pasar modal terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat.

Bali Putra