Rekayasa Kehutanan Unhas Dorong Pemanfaatan Limbah Bambu Bernilai Ekonomi bagi Masyarakat Maros

61
POTO: ISTIMEWA

 

BISNISSULAWESI.COM, MAROS – Pemanfaatan limbah bambu berpotensi membuka peluang ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan berbasis sumber daya lokal. Potensi tersebut merupakan salah satu fokus Program Studi Rekayasa Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas), dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Lingkungan Baniaga, Kelurahan Taroada, Kabupaten Maros.

Program ini mengintegrasikan edukasi keilmuan kehutanan, pelatihan pengolahan bambu, serta pemberian bantuan bibit pohon dan sarana pertanian. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekitar, sekaligus mendukung pelestarian vegetasi lokal dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Ketua Program Studi Rekayasa Kehutanan Unhas, Dr. Andi Sri Rahayu Diza Lestari, S.Hut., M.Si., menjelaskan bahwa kunjungan tim akademisi ke Lingkungan Baniaga merupakan ruang berbagi pengetahuan mengenai pengelolaan limbah bambu agar memiliki nilai ekonomi. Masyarakat memperoleh edukasi tentang pemanfaatan dan pengolahan bambu secara optimal sehingga material yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai guna.

Aspek pengolahan tersebut dilengkapi dengan pemaparan materi edukatif dan pelatihan teknis oleh dosen Prodi Rekayasa Kehutanan Unhas, Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D. Materi yang disampaikan mencakup teknik perawatan produk bambu laminasi untuk mencegah pertumbuhan dan serangan jamur. Pengetahuan ini memberikan pemahaman praktis kepada masyarakat mengenai pentingnya perawatan material dalam menjaga kualitas dan ketahanan produk olahan bambu.

Selain penguatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, kegiatan ini juga memberikan dukungan langsung bagi pengelolaan lingkungan dan aktivitas pertanian warga. Prof. Dr. Andi Detti Yunianti, S.Hut., M.P., hadir mewakili Prodi Rekayasa Kehutanan Unhas untuk menyerahkan bantuan bibit pohon dan peralatan pertanian. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penghijauan, pemulihan ekosistem, serta pelestarian keanekaragaman hayati lokal. Sarana pertanian yang diberikan juga diharapkan dapat menunjang aktivitas pengelolaan lingkungan dan kemandirian pertanian masyarakat secara berkelanjutan.

Kehadiran tim Fakultas Kehutanan Unhas mendapat sambutan positif dari pemerintah dan tokoh masyarakat setempat. Kepala Lingkungan Baniaga, Abdul Asis Bangun, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Unhas terhadap masyarakat di wilayahnya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus menjangkau masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan setempat.

“Alhamdulillah, kami berharap ke depannya perhatian dari berbagai pihak dapat terus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Lingkungan Baniaga ini. Kehadiran Fakultas Kehutanan Unhas memberikan harapan besar bagi wilayah kami. Masyarakat dapat menyambutnya dengan baik dan seluruh bantuan yang difasilitasi dapat memberikan manfaat yang nyata,” ujar Abdul Asis Bangun.

Harapan terhadap keberlanjutan pendampingan juga disampaikan Ketua RT 02 RW 06 Lingkungan Baniaga, Salma. Ia mengapresiasi kehadiran dosen dan mahasiswa Unhas yang berbagi pengetahuan secara langsung dengan masyarakat. Menurutnya, bimbingan lanjutan diperlukan agar warga dapat mengolah material yang selama ini dianggap sebagai sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah ekonomi.

“Alhamdulillah, ini suatu kehormatan bagi warga di sini karena bisa dikunjungi oleh mahasiswa bersama dosen di kampung kami. Kami berharap ini bukan cuma sekali ini saja, tetapi ada bimbingan yang lebih lanjut supaya apa yang biasanya jadi sampah bisa berguna dan dijadikan nilai tambah atau ekonomi bagi warga,” tutur Salma.

Kegiatan pengabdian ini relevan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs), khususnya pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan). Prodi Rekayasa Kehutanan Unhas berharap kemitraan dengan masyarakat Kelurahan Taroada dapat terus dikembangkan melalui program pendampingan berkelanjutan.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat tersebut dilaksanakan di Lingkungan Baniaga, Kelurahan Taroada, Kabupaten Maros, pada Sabtu 24 Oktober 2026.